Breaking News:

Mendapat Rapor Merah Dari FSGI, Kemendikbud Mengaku Berikan Yang Terbaik Untuk Dunia Pendidikan

Soal Rapor Merah, Kepala BKHM Kemendikbud Evy Mulyani,membeberkan sejumlah kebijakan dan program Kemendikbud

Editor: Azwir Ahmad
SRIPOKU.COM/SYAHRUL HIDAYAT
Fenny, Guru IPS, SMP Negeri 41 Palembang saat melakukan pembelajaran sistem daring di masa pandemi Covid-19, Senin (5/10/2020). 

SRIPOKU.COM, JAKARTA - Mendapat rapor merah dari Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) terkait kinerja, Kemendikbud mengaku sudah bekerja keras untuk memberikan yang terbaik bagi dunia pendidikan.

Kepala Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat (Kepala BKHM) Kemendikbud dalam keterangan tertulis, Senin (26/10/2020) mengatakan,  menghargai opini dan masukan dari seluruh elemen masyarakat.

" Fokus utama kami adalah untuk bekerja keras dan memberikan yang terbaik bagi peserta didik dan pendidik di Indonesia," katanya.

Evy kemudian membeberkan beberapa kebijakan dan program yang telah diimplementasikan oleh Kemendikbud. Seperti seperti penyesuaian kebijakan pelaksanaan BOS regular, BOS afirmasi serta BOS kinerja agar bantuan dapat digunakan leluasa untuk kebutuhan sekolah di masa pandemi.

Lalu bantuan bagi mahasiswa di masa sulit dengan cicilan uang kuliah tunggal (UKT), penundaan UKT, penurunan UKT, pemberian beasiswa, bantuan infrastruktur

"Penyaluran bantuan kuota data internet kepada seluruh guru, siswa, mahasiswa, dan dosen. Penyaluran bantuan kuota internet berjalan sesuai rencana, dimana pada Oktober periode pertama mencapai 35,7 juta peserta didik dan pendidik," tutur Evy.

Selain itu, Kemendikbud mengalokasikan penerima PIP pendidikan dasar dan menengah mencapai 18,1 juta siswa. KIP Kuliah sebanyak 200 ribu mahasiswa

Serta menghadirkan pertunjukan daring yang melibatkan 1.352 pekerja seni dan 57 kelompok seni dan budaya serta kelas belajar daring seni dan budaya.

Evy menegaskan Kemendikbud terbuka untuk bekerjasama dengan pihak manapun yang berniat baik memberikan kontribusi positif dalam dunia pendidikan. Menurutnya, saat ini dibutuhkan perubahan dunia pendidikan di tengah pandemi Covid-19 ini.

"Transformasi yang tanggap dan berkelanjutan di bidang pendidikan dan kebudayaan saat ini bertujuan agar masyarakat dapat maju, bangkit, dan pulih, khususnya dari situasi pandemi Covid-19," ucap Evy.

Sebelumnya, Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) memberikan rapor merah terhadap kinerja satu tahun Menteri Pendidikan Nadiem Makarim.

Beberapa kebijakan Nadiem Makarim mendapatkan nilai di bawah kriteria ketuntasan minimum (KKM) yang ditentukan FSGI, yakni 75. Secara rata-rata, kinerja Nadiem mendapatkan nilai 68.

Menurut pengurus FSGI Cabang Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) Mansur mengatakan, terdapat delapan kebijakan Nadiem Makarim yang dinilai dalam setahun kinerjanya.

Baca juga: Tidak Ada Pemetaan Masalah, Rapor Merah Program Pembelajaran Jarak Jauh Mendikbud

Baca juga: Pengamat Pendidikan: Khawatir Semangat dan Mentalitas Belajar Siswa Menurun dengan Belajar Daring

Baca juga: Bocah Asal Palembang Ini Ngeluh ke Nadiem Makarim Gegara Tugas Numpuk Akibat Sekolah Online: Tolong

"Artinya nilai-nilai di bawah 75 ini dinyatakan tidak tuntas sehingga kalau dirata-rata, nilai 68 ini kurang atau tidak tuntas, jadi nilainya merah," ujar Mansur di acara Raport Merah 1 Tahun Pendidikan Mas Menteri Nadiem secara virtual, Minggu (25/10/2020).

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul https://www.tribunnews.com/pendidikan/2020/10/26/dapat-rapor-merah-dari-guru-kemendikbud-kami-bekerja-keras-untuk-pendidikan?page=all

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved