Breaking News:

news

"Malam Itu Saya Pulang Pagi Agar dapat Uang Belikan Nasi Bebek, Tapi Nasib Berkata Lain."

tak bisa berkata banyak saat diminta tanggapannya akan akhir tragedi kelam yang menimpa istri dan anak tirinya

Editor: Wiedarto
www.serambitv.com
Ibunda almarhum Rangga ini sejak beberapa hari terakhir dirawat khusus oleh tim medis di RSUD langsa, dan turut didampingi tenaga psikiater. 

SRIPOKU.COM, LANGSA-Suami ibu muda korban perkosaan di Kecamatan Birem Bayeun, Aceh Timur, Ay (24), tak bisa berkata banyak saat diminta tanggapannya akan akhir tragedi kelam yang menimpa istri dan anak tirinya, Rangga (10).

Ia sebelumnya sempat berharap, pelaku diganjar hukuman seberat mungkin atas perbuatan membunuh anak dan memperkosa istrinya. Namun ternyata nasib berkata lain, Samsul Bahri lebih dulu meninggal dunia di dalam sel tahanan.

Saat ini, Ay mengaku ingin fokus menjalani kehidupan ke depan serta membantu istrinya, Dn (28), menghilangkan trauma atas kejadian tersebut. Apalagi, sang istri juga sedang mengandung buah hatinya.

“Saat ini usia janin anak kami dalam kandungan udah 4 bulan. Istri saya butuh ketenangan agar anak kami tumbuh sehat,” ujarnya kepada Serambi, Selasa (20/10/2020).

"Kejadian ini mungkin sudah menjadi jalan dan takdir dari Allah SWT. Sekarang yang terpenting kondisi Dn sudah berangsur membaik dan anak dalam kandungannya tumbuh sehat," tambah Ay lagi.

Kehamilan Dn memang sangat istimewa bagi Ay, karena itu merupakan anak pertamanya, buah perkawinan dengan Dn setahun lalu. Dn sebelumnya telah menikah dan telah memiliki dua anak dari suami pertama. Karena itulah Ay sebisa mungkin memenuhi keinginan sang istri, termasuk saat kejadian di malam naas itu.

Ay menceritakan, malam itu ia tidak pulang ke rumah karena butuh uang. Biasanya ia pergi ke sungai menjala udang saat sore dan pulang menjelang tengah malam, sekitar pukul 23.00 WIB. "Selama ini jika ke sungai menjala udang, saya selalu pulang ke rumah malamnya. Malam naas itu saya tidak pulang, rencana memang akan pulang pagi karena perlu uang," ujar Ay.

Dengan tidak pulang, ia berharap udang hasil tangkapannya bisa lebih banyak, sehingga uang hasil penjualan bisa digunakan untuk memenuhi keinginan istri yang tengah hamil muda, yakni daging bebek. "Istri sayakan ngidam karena hamil 4 bulan. Dia kepingin makan bebek. Maka malam itu saya pulang pagi, biar dapat uang lebih untuk bisa beli bebek," jelas Ay.

Namun sebelum sempat membeli bebek, kabar mengejutkan itu datang. Ay mengaku saat itu masih berada di Gampong Birem dan sedang bersiap pulang seusai menjala udang. Ay merasa dunianya seakan berputar.

Kenal dengan pelaku

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved