Breaking News:

Pilkada 2020 di Sumsel

Paslon Bupati dan Wakil Bupati PALI Terlibat Debat Sengit Soal IPM Saat Sesi Tanya Jawab

Debat publik calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Penungkal Abab Lematang Ilir (PALI) di Hotel Harper, Palembang, (19/10/2020) malam

Editor: Yandi Triansyah
Screenshot video
Debat publik pasangan calon bupati dan wakil bupati PALI di Hotel Harper, Senin (19/10/2020) malam. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Debat publik calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Penungkal Abab Lematang Ilir (PALI) di Hotel Harper, Palembang, (19/10/2020) malam berlangsung panas.

Kejadian itu berlangsung saat Sesi tanya jawab pasangan calon, saat pasangan calon (paslon) nomor 01, Devi Harianto SH MH-H Darmadi Suhaimi SH (DHDS) mengajukan pertanyaan kepada pasangan calon nomor urut 2, Ir H Heri Amalindo MM-Drs H Soemarjono (HERO).

Pertanyaan dari paslon nomor 1 disampaikan oleh calon wakil Bupati, H Darmadi Suhaimi SH terkait angka dari BPS tahun 2020.

IPM Kabupaten Pali peringkat ke 16 dari 17 Kabupaten Kota.

" Angka BPS tahun 2020, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Pali peringkat ke 16 dari 17 Kabupaten Kota, pengeluaran perkapita Pali hanya 8400.

Artinya Pali di Nomor 17 termiskin di Sumsel, mohon penjelasannya," katanya.

Calon Bupati Petahana, calon Bupati Nomor Urut 2, Ir H Heri Amalindo MM. Langsung menjawab pertanyaan itu.

"Sangat disayangkan saudara tidak membaca data. Bahwa dari BPS, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) kita tahun 2016-2017 betul, itu saudara masih di DPRD ada di nomor 17.

Sekarang boleh anda sekalian buka data BPS Kita sudah nomor 7," katanya.

"Kemudian anda mengatakan dengan uang 1,5 triliyun, kita tidak sejahtera, sejahtera itu ada ukurannya dan ada kriterianya. Mereka berdua (paslon no 1) di DPRD empat periode. Tapi kenyataannya jalan cuma 13 kilometer, lampu tidak ada. Apa yang mereka kerjakan," katanya.

" DBH kita saat itu 700-800 milyar, jadi kalau masyarakat Pali tidak sejahtera, silahkan tanya dengan masyarakat jangan dengan paslon. Saya kira masyarakat Pali akan menjawab mereka sejahtera," katanya.

Selanjutnya, paslon nomor urut 1 diminta tanggapan. Kali ini calon Bupati nomor 1, Devi Harianto SH MH.

"Benar kami sudah 4 periode di DPRD, keterbatasan kewenangan, DPRD bukan eksekutor cuma budget, pengawasan dan legislasi. Itu yang perlu diketahui pasangan nomor 2," katanya.

"Selanjutnya apa yang kita sampaikan data BPS tahun 2019, tahun 2020 belum ada. Yang disebut oleh cawabup tadi bukan data main main. Itu data BPS, pertanyaan kami bagaimana untuk mengatasi kemiskinan," katanya.

Ditambahkan, H Darmadi Suhaimi SH.

" Kita mengenal Trias politica, ada legislatif, eksekutif dan yudikatif, ketiganya punya peran yang berbeda beda, punya tugas dan kewenangan," katanya.

Kemudian kembali ditanggapi oleh Calon Bupati nomor urut 2, Ir H Heri Amalindo MM.

"Saya kira jawaban anda menunjukkan kelemahan saudara di DPRD, karena Legislatif dan eksekutif itu anda tahu cara pengangguran, ada musrenbang, banggar ada komisi komisi. Kenapa saudara tidak memasukkan anggaran untuk Kabupaten Pali," katanya.

" Legislatif dan eksekutif itu, seperti kaki kiri dan kanan atau tangan kiri dan kanan. Apa kerja saudara dalam 4 periode.

Dapil saudara jalan hancur, lampu putus, ledeng dak katek. Kalau ada bilang bukan wewenang saudara, itu betul. Tapi kewenanga saudara ada di Komisi dan banggar, kenapa tidak digunakan, " katanya.

" Saudara cuma bilang kita tidak maju, kita tidak enak. Tapi kerja saudara apa? Saudara membuat kelemahan saudara sendiri. Selama 4 periode anda tidur, terimakasih," katanya Heri.

Baca juga: Daftar Pemilih Tetap untuk Pilkada 2020 per Kecamatan di PALI, KPU PALI Siapkan Posko Pengaduan

 

Baca juga: Perjuangan Adit Masih Panjang, Sosok Paling Berharga Ini Sempat tak Izinkan Ayu Ting Ting Menikah!

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved