Perhitungkan Risiko Covid-19, Jauhari Johan Absen Dalam Ajang Borobudur Marathon November 2020

Atlet triathlon andalan Sumsel Jauhari Johan absen dalam event Borobudur Marathon di Magelang bulan November 2020

Penulis: Abdul Hafiz | Editor: Azwir Ahmad
sripoku.com/A Havis
Atlet triathlon andalan Sumsel Jauhari Johan 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Mempertimbangkan risiko penularan Covid-19, Atlet triathlon andalan Sumsel Jauhari Johan rela untuk absen dari event bergengsi Borobudur Marathon di Magelang bulan November 2020.

"Selama pandemi covid-19 tidak ada event. Ini dapat undangan Borubudur Marathon di Magelang bulan depan. Tapi saya gak mau ikut, agak ngeri gimana gitu. Tapi sepertinya pihak EO juga mewajibkan swab bagi calon peserta kalau negatif bisa ikut race. Sebaliknya kalau positif tidak boleh," ungkap atlet yang akrab disapa Joe kepada Sripoku.com.

Jauhari Johan menilai lomba lari marathon lebih riskan ketimbang dua cabor triathlon lainnya balap sepeda maupun renang.

"Kalau renang di laut kan bisa bercuci, balap sepeda tidak berkerumun. Lebih safety renang dan sepeda. Menurut saya kalau lari marathon itu dari start sampai finish pesertanya masih berkerumun. Walau tidak banyak masih berkelompok. Kita tidak tahu virus ada di mana-mana dan tidak nampak," kata Joe.

Meski masih pandemik covid-19, untuk menjaga staminanya Jauhari Johan mengaku tetap latihan setiap sore di kawasan Jakabaring Sport City (JSC), yakni renang, sepeda, lari.  Dia mengaku tetap enjoy dan tak terlalu "bete" terus rutin latihan di masa pandemik covid-19 ini. Karen dia harus siaga jika terlaksana seleksi SEA Games di bulan depan.

"Paling bulan depan kalau jadi ada seleksi SEA Games. Tapi belum ada info. Disuruh persiapan tapi tanggal berapanya belum tahu," ujar atlet yang memiliki talenta cabang olahraga gabungan antara balap sepeda, lari dan renang.

Atlet kelahiran Palembang 10 Desember 1983 mengajak masyarakat khususnya bagi para atlet, pelatih serta insan olahraga agar tetap mematuhi protokol kesehatan di tengah pandemi covid-19 yang masih berlangsung sampai saat ini.

Salah satu caranya kata Joe dengan selalu memakai masker di manapun berada guna mencegah penularan virus covid-19 ini.

"Alhamdulillah kita selalu taat menegakkan aturan disiplin memakai masker. Apalagi kita ketahui bersama saat ini pemerintah tengah gencar melakukan operasi yustisi untuk meningkatkan kedisiplinan bagi para masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan guna memutus mata rantai virus covid-19," seru Joe.

Ia mengajak bersama-sama melawan penyebaran virus covid-19 ini dengan tetap memakai masker, mencuci tangan sesering mungkin, dan menjaga jarak ketika beraktivitas di luar rumah.

"Semoga penyebaran virus covid-19 ini dapat segera berakhir dan Allah SWT selalu memberikan kita kesehatan dan kekuatan," ucap atlet yang beralamat di Jl. Parameswara Perum. Parameswara Regency Blok A. No.06 Bukit Baru Palembang.

Di sisi lain Jauhari yang merupakan putra kedua dari 3 bersaudara buah kasih pernikahan Johan Teddy dan Linda Yabani mengingatkan berolahraga mengenakan masker juga tidak bagus untuk pernapasan.

"Tapi diwajibkan dibawa, mengantongi masker kalau lagi latihan. Jadi ketika bertemu nerkomunikasi dengan kawan bisa dikenakan. Atau pas lagi papasan lari pakai masker. Ada juga yang tidak mengerti mengenakan masker saat berolahraga. Padahal untuk olahraga endurance seperti sepeda, lari mesti banyak oksigen memang tidak bagus mengenakan masker. Tapi ketika selesai, saat ngobrol dengan kawan masker wajib dipakai," jelas bapak dua anak (Jessica Putri usia 10 tahun, dan Javin Jauhari usia 3 tahun) buah pernikahannya dengan Visca Sarah.

Untuk diketahui Jauhari Johan ini sejak usia 13 tahun sudah menyenangi triathlon sehingga bukan olahraga baru baginya. Justru awalnya peraih tiga medali perak SEA Games 2009 dan 2011 ini adalah atlet triathlon.

"Balik lagi menekuni triathlon Bagi yang baru tahunya saya ini pindah cabor. Saya itu pemegang gelar juara pada Kejurnas Triathlon di Batam 1996 dan juara Triathlon Asia Junior Macao 2002. Jadi, tidak benar kalau ada anggapan bahwa saya beralih dari atletik ke triathlon. Yang tepat, saya kembali ke triathlon," ujar Joe yang merupakan sarjana hukum di sebuah perguruan tinggi di Palembang.

Untuk prestasi di cabor atletik, Jauhari Johan setidaknya meraih 2 Medali Emas PON 2004, 2 Medali Emas PON 2008, 1 Medali Perak SEA Games 2009, 2 Medali Perak SEA Games 2011, 2 Medali Perak PON 2012, 1 Medali Perak PON 2016, Juara Bali Internasional Half Marathon 2017.

Sedangkan prestasi di cabor Triathlon yakni menyandang Juara Nasional Triathlon Batam 1996, Juara Kejuaraan Triathlon Asia Junior Macao 2002, Peringkat Ketiga Kejuaraan Triathlon Asia di Subic 2018.

Segudang prestasi ditorehkan Jauhari Johan sejak kecil. Setidaknya event terakhir yang diikutinya juara Indonesia Triathlon 2020 Series (ITS) bertajuk Palembang Triathlon 2020 di Jakabaring Sport City Palembang, Sabtu (22/2/2020) lalu.

Kemudian pada SEA Games 2019 dapat emas di nomor duathlon. Pada event Belitung Triathlon Desember 2019 dapat medali emas. (Abdul Hafiz)

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved