PT Digital UMKM Membuka Peluang Masyarakat yang Ingin Buka Mini Market dengan Modal Cuma Rp 25 Juta

Apalagi kini pemerintah sedang gencar membantu permodalan masyarakat dengan kredit KUR (Kredit Usaha Rakyat) atau kredit Pemulihan Ekonomi Nasioanal

Editor: aminuddin
antara
diKios 

SRIPOKU.COM, JAKARTA -- Kabar gembira nich.

Kabar gembira bagi masyarakat yang ingin coba menjajal bisnis warung.

PT Digital UMKM Indonesia, perusahaan yang bergerak di bidang solusi aplikasi untuk retail dan penyedia total solusi kios digital modern, memberi kesempatan kepada masyarakat untuk dapat membuka usaha warung yang mampu bersaing dengan retail modern.

PT Digital UMKM Indonesia menghadirkan program diKios yang bertujuan untuk memastikan warung-warung tradisional dapat bersaing dengan retail-retail modern (mini market) dan memiliki akses untuk membeli barang dengan harga yang kompetitif.

Selain itu, program diKios juga bertujuan mengedukasi masyarakat untuk go digital, go cashless serta membantu perbankan agar dapat menjangkau hingga ke pelosok-pelosok daerah dengan menjadikan warung dikios sebagai agen laku pandai.

Konsep ini sendiri tengah digencarkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia.

Baca juga: Kios YAMIKU Pertama di Palembang Resmi Dibuka, Terdapat 5 Kios Berikut Lokasinya

Direktur PT Digital UMKM Indonesia, Rizal Mulyana mengatakan, dengan adanya program diKios membuka peluang bagi masyarakat yang terdampak krisis ekonomi akibat pandemi Covid-19.

Para pekerja yang kehilangan pendapatan akibat terkena imbas PHK, atau para pensiunan dapat mulai mengikuti program diKios ini.

“Di saat-saat krisis seperti ini kita harus memaksimalkan potensi yang kita miliki, maka kami mengajak masyarakat untuk memanfaatkan space yang tidak terpakai di rumah, garasi yang tidak terpakai, lahan-lahan yang terbengkalai selama ini, ayo kita berdayakan dengan membuka warung,” kata Rizal dalam keterangan resminya, Kamis (15/10).

Syarat untuk ikut program diKios cukup mudah, tidak perlu menyiapkan ruko atau ruang yang besar, masyarakat cukup menyiapkan ruang minimal seluas 2,5 meter x 2,5 meter, namun properti tersebut harus milik sendiri agar pemilik warung tidak dibebani cost sewa.

Sedangkan untuk modal awal, Rizal menjelaskan, masyarakat hanya perlu menyetorkan modal sebesar Rp 25 juta.

Modal Rp 25 juta ini pun bisa dengan mengajukan pinjaman permodalan melalui perbankan.

“Kami PT Digital UMKM Indonesia bekerjasama dengan perbankan untuk pinjaman permodalan ini jika syarat kepemilikan ruang usaha sudah terpenuhi.

Halaman
12
Sumber: Kontan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved