Berita Selebriti

Belajar dari Kasus Nadya & Rizki, Usia Kehamilan & Usia Pernikahan Beda, Begini Cara Hitung HPHT

HPHT (hari pertama haid terakhir) adalah salah satu metode menghitung usia kandungan seorang wanita.

Penulis: Nadyia Tahzani | Editor: Yandi Triansyah
s
Ilustrasi ibu hamil 

Hal ini dipertegas oleh Dr. Yassin Yanuar Mohammad Sp.OG dari Rumah Sakit Pondok Indah, yang menjelaskan mengenai cara menghitung usia kehamilan.

“Saat menghitung usia kehamilan, ada konsensus bahwa perhitungannya berdasarkan hari pertama haid bulan terakhir. Jadi perhitungannya dimulai dari last menstrual period alias HPHT, Hari Pertama Haid Terakhir,” terang Yassin, seperti dikutip dari Tabloid Nova.

Hal tersebut dibuat kesepakatan di antara dokter spesialis kandungan, sehingga timbul pula kesepakatan bahwa usia kehamilan hingga persalinan adalah selama 40 minggu.

“Karena kalau dihitung benar-benar kapan saat terjadi kehamilan, yaitu pada saat implantasi, itu sulit. Memang, ada patokannya yaitu 6 hari setelah ovulasi dia akan implantasi. Tapi itu susah untuk mendapatkan angka pastinya. Sehingga, disepakatilah bahwa usia kehamilan dihitung berdasarkan haid terakhir hari pertama.”

Dengan demikian, Yassin menegaskan, masuk akal bila seseorang mengalami HPHT pada pertengahan bulan, lalu ia menikah di awal bulan terus di pertengahan bulan dia positif.

“Karena mungkin berarti dia menikah di masa subur dan langsung hamil,” tegas Yassin.

Ini sekaligus menjawab mengapa ibu hamil yang mengandung 9 bulan tapi perhitungan usia persalinan biasanya berada di minggu ke-40.

Artinya, 40 minggu kehamilan itu dihitung termasuk perhitungan hari pertama haid terakhir itu.

ORANG Gila atau Sakit Jiwa di PALI Meningkat, Dinkes Klaim karena Narkoba, Siapkan Pengobatan Gratis

Bagaimana Cara Menghitungnya?

Melansir Kompas.comDokter Andy menerangkan ada dua cara menghitung usia kehamilan dengan menggunakan rumus Naegele.

Apabila HPHT pada Januari - Maret

Tahun: tetap
Bulan: ditambah (+) 9
Hari: ditambah (+) 7

Contoh:

HPHT pada 11 Januari 2019, maka:
Tahun: tetap 2019
Bulan: 1 + 9 = 10
Hari: 11 + 7 = 18

Jadi HPL bayi pada 18 Oktober 2019

Apabila HPHT pada April – Desember

Tahun: ditambah (+) 1
Bulan: dikurangi (-) 3
Hari: ditambah (+) 7

Contoh:

HPHT pada 2 Juni 2019, maka:

Tahun: 2019 + 1 = 2020
Bulan: 6 - 3 = 3
Hari: 2 + 7 = 9

Jadi HPL bayi pada 9 Maret 2020

===

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved