Virus Corona

Lebih dari 50 Persen Pekerja Indonesia Kehilangan Pekerjaan Saat Pandemi

Patut kita prihatin terhadap kondisi ketenagakerjaan semenjak pendemi Covid-19 melanda Indonesia.

Editor: Salman Rasyidin
freepik.com
Ilustrasi wawancara kerja 

Gawaaat…, Lebih dari 50 Persen Pekerja Indonesia Kehilangan Pekerjaan Saat Pandemi

SRIPOKU.COM – Patut kita prihatin terhadap kondisi ketenagakerjaan  semenjak pendemi Covid-19  melanda Indonesia.  Hampir segala sektor kehidupan terpengaruh dan berdampak negatif baik aktifitas social, agama, pendidikamn dan ekonomi.

Bagi kalangan dunia tenaga kerja ternyata lebih parah dan perlu pemikiran bersama  untuk atasinya, belum lagi  serbuan tenaga kerja asing yang diperlonggar masuk.

Seperti diwartakan Nextren.com yang menyebutkan bahwa  pandemi corona (covid-19) diduga berdampak pada kelangsungan pekerjaan para pekerja di Indonesia.

Dugaan ini berdasar pada temuan survei yang disampaikan ke publik pada acara bincang virtual, Rabu (7/10).

Country Manager Jobstreet Indonesia, Faridah Lim mengatakan, berdasarkan hasil survei Jobstreet, sebanyak lebih dari 50% responden kehilangan pekerjaan atau pun diberhentikan sementara dari pekerjaan mereka.

Sementara 43% dari responden mengalami pengurangan gaji hingga lebih dari 30%.

 “Dari survei ini juga, terlihat bahwa industri yang paling terdampak oleh pandemi adalah perhotelan/catering, pariwisata, pakaian, makanan dan minuman, serta arsitektur dan konstruksi,” imbuh Faridah sebagaimana dikutip dalam keterangan tertulisnya, Rabu (7/10).

Sebagai informasi, survei tersebut dilakukan terhadap sebanyak 5.000 responden yang terdiri atas karyawan, pencari kerja, dan perekrut di Indonesia. Survei tersebut dilakukan pada Mei 2020 lalu.

Dampak pandemi terhadap kelangsungan pekerjaan juga tergambar dalam temuan survei Jobstreet sejalan dengan hasil survei persepsi yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS).

Berpartisipasi dalam acara yang sama, Direktur Statistik Kependudukan dan Ketenagakerjaan Badan Pusat Statistik, Nurma Midayanti mengungkapkan bahwa saat ini hanya 56,40% responden yang masih tetap bekerja.

Sisanya, sebanyak 22,74% responden diketahui tidak bekerja; 18,34% bekerja tetapi dirumahkan sementara, dan 2.52% baru saja di-PHK.

Hasil survei tersebut didapat dari survei persepsi yang dilakukan terhadap lebih dari 87.739 responden.

“Pandemi juga telah berdampak pada pendapatan para responden, di mana 41,91% responden mengalami penurunan pendapatan,” tambah Nurma.

Terlepas dari hasil-hasil temuan di atas, Jobstreet optimis bahwa kesempatan masih terbuka bagi para pencari pekerjaan.

job
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved