Breaking News:

10.800 Hektare Kebun Sawit Petani Eks Plasma Target Peremajaan Pemkab Muaraenim

Replanting tersebut dilakukan secara bertahap oleh Pemerintah Pusat sejak tahun 2017 sampai sekarang

tribunsumsel.com/rahmat aizullah
ilustrasi 

SRIPOKU.COM, MUARA ENIM - Pemerintah Kabupaten Muaraenim  menargetkan peremajaan (replanting) 10.800 hektare kebun sawit petani Eks Plasma PTPN VII.

Menurut Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Muara Enim Ir H Mat Kasrun MSi, kebun kelapa sawit yang menjadi target peremajaan tersebut rata-ratatanamannya telah  berumur 30-35 tahun.

Replanting tersebut dilakukan secara bertahap oleh Pemerintah Pusat sejak tahun 2017 sampai sekarang. Pada tahun 2017-2019 para petani mendapatkan bantuan dana sebesar Rp 25 juta per hektar, namun sejak per Juli 2020, nilai bantuan sedikit dinaikkan menjadi Rp 30 juta per hektar.

Selain itu ada bantuan dana sekitar Rp 5 juta dari Pertanian, untuk tanaman sela seperti padi, jagung, kedelai dan sebagainya. Kegunaannya adalah untuk menutupi kekurangan petani selama mereka menunggu Kelapa Sawit milik mereka berproduksi.

"Bantuan tanaman sela itu tidak harus senilai Rp 5 juta sebab tergantung kebutuhan dan keinginan para petani. Jika mereka tidak mau juga tidak masalah," pungkas Plt Kepala Bappeda Muara Enim ini.

Saat ini, kata  Mat Kasrun, pihaknya telah melakukan penanaman Kelapa Sawit seluas 1.820 hektar, yang sedang dalam proses tumbang ciping atau Land Cliring (LC) seluas 2.245 hektar, dan target tahun 2020 sebesar 1321 hektar.

Untuk dana sebagian sudah cair di tiga koperasi sedangkan sebagaian lagi masih dalam proses. Dari sejak tahun
2017-2020 dana yang cair sebesar Rp 83 Miliar sehingga total kebun kelapa sawit yang diremajakan seluas 4.361 hektar atau sekutat 45 persen.

Adapun kendala yang ditemui, sambung Mat Kasrun, para petani banyak sertifikat kebunnya yang sudah tergadai di bank sehingga tidak bisa ikut sebagai peserta replating karena salah satu syaratnya adalah SHM. Selain itu,
ada juga petani yang tidak mau karena khawatir tidak ada penghasilan karena menunggu sawitnya produksi.

Kemudian banyak petaninya yang tidak jadi ikut dalam program tersebut dan
masih belum percayanya petani dengan beberapa pengurus koperasi sebab kurang aktif, jelasnya.

Sementara itu Plh Sekda Muara Enim H Amrullah Jamaludin SE, pihaknya terus melakukan evaluasi program Pemerintah Pusat Pengembangan Sawit Rakyat (PSR) sehingga programnya bemar-benar terwujud.

Selain itu, mengsinkronkan antara program PSR dengan bantuan paket pertanian selama sebelum menghasilkan, sehingga para petani tertarik untuk melakukan peremajaan sebab untuk hidup dibantu oleh pemerintah. Dan untuk menunjang kegiatan tersebut maka perlu koperasi yang mengelolah dan mengakomodir perorangan oleh koperasi dan Koptan.

3.265 Pelaku UMKM di Kabupaten Muaraenim Terdampak Covid-19 Dapat Bantuan Penguatan Modal Usaha

117 Ribu Siswa dan 6 Ribu Guru di Muaraenim Sumsel Dapat Paket Data Daring

Pemkab Muaraenim Akan Wajibkan Pengembang Sediakan Fasilitas Khusus Penyandang Disabilitas

"Kita berharap program ini berhasil, sehingga kedepan para petani kelapa sawit lebih baik perekonomiannya," harapnya.(ari)

Penulis: Ardani Zuhri
Editor: Azwir Ahmad
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved