Inilah 5 Penyebab Kista di Rahim: Faktor Hormonal, Endometriosis hingga Infeksi Panggul
Kista adalah pembengkakan jaringan tubuh, yang di bagian dalamnya terdapat kantong berisi cairan.
SRIPOKU.COM - Kista bisa terbentuk di indung telur yang berada di setiap sisi rahim.
Kista adalah pembengkakan jaringan tubuh, yang di bagian dalamnya terdapat kantong berisi cairan.
Banyak wanita memiliki kista di rahimnya tanpa gejala dan bisa hilang dengan sendirinya dalam hitungan bulan.
• Tak Selalu Kanker Payudara, Inilah 5 Penyebab Benjolan di Payudara (1): Fibroadenoma dan Kista
• Ramalan Bintang Kesehatan Rabu 23 September 2020: Virgo Harus Membuat Pilihan yang Sulit
Jangan lupa subscribe, like dan share channel Youtube Sripokutv di bawah ini:

Namun, ada kalanya kista pecah dan menimbulkan gejala komplikasi serius.
Terdapat beberapa penyebab kista di rahim, di antaranya:
1. Faktor hormonal
Menurut Women's Health, penyakit kista dapat disebabkan oleh faktor hormonal.
Jenis kista yang biasanya berkembang karena perubahan hormon adalah kista fungsional yang muncul sebagai bagian dari siklus menstruasi.
Melansir Mayo Clinic, indung telur atau ovarium secara alami membentuk struktur mirip kista yang disebut folikel setiap bulan.
Folikel ini bertugas memproduksi hormon estrogen dan progesteron, serta melepaskan sel telur saat wanita berovulasi.
Apabila folikel terus tumbuh di luar siklus bulanan, terbentuklah kista fungsional.
Kista fungsional biasanya tidak berbahaya, jarang menimbulkan rasa sakit, dan bisa sembuh dengan sendirinya dalam tiga siklus menstruasi.

5 Penyebab Benjolan di Payudara (1). (Dokter Sehat)
2. Efek samping obat terapi kesuburan
Penggunaan obat tertentu yang memengaruhi perubahan hormon juga bisa memicu kista di rahim.
Salah satunya, efek penggunaan obat untuk terapi kesuburan yang membantu wanita berovulasi.
Kendati penggunaan obat tertentu memiliki efek samping memicu kista, para wanita tidak perlu khawatir.