Breaking News:

Wacana Relaksasi Pajak Mobil Baru Dapat Sambutan, ATPM Menilai Dapat Gairahkan Pasar Otomotif

Kemenperinmengusulkan relaksasi pajak pembelian mobil baru sebesar 0% .Kebijakan ini untuk menggairahkan pasar otomotif

sripoku.com/azwir
Honda New Civic Hatcback Turbo RS 

SRIPOKU.COM, JAKARTA - Pelaku industri otomotif dalam hal ini Agen Pemegang Merek (TPM) menyambut positif adanya wacana relaksasi pajak mobil baru. Karena kebijakan pengurangan atau penghapusan pajak tersebut dinilai akan dapat mengairahkan pasar otomotif.

Beberapa waktu lalu, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengusulkan relaksasi pajak pembelian mobil baru sebesar 0% atau pemangkasan pajak kendaraan bermotor sampai bulan Desember 2020 mendatang.

Tujuannya ialah untuk menggairahkan pasar otomotif di dalam negeri. Namun sejauh ini Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian masih mengkaji usulan tersebut.

Sebagaimana yang sudah berjalan selama ini, harga jual mobil memang dipengaruhi oleh biaya kelengkapan dokumen dan pajak-pajak mobil baru mulai dari misalnya Pajak Pertambahan Nilai (PPN), Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB), hingga Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM).

Adapun besaran nilai pajak tersebut bervariasi. Untuk PPnBM misalnya, ditetapkan sebesar 15%-70% untuk kendaraan bermotor angkutan orang berdasarkan ketentuan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 73 tahun 2019. Besaran tarif PPnBM tersebut disesuaikan dengan jumlah maksimal muatan kendaraan dan juga isi silinder.

Sementara itu Business Innovation and Sales & Marketing Director PT Honda Prospect Motor (HPM)Yusak Billy mengatakan, jika usulan relaksasi pajak mobil baru tersebut dikabulkan tentunya akan berpengaruh kepada meningkatnya pasar otomotif.

“Berapa besar kenaikannya, kami perlu studi dan kajian-kajian lebih lanjut,” ujar pria yang akrab dengan sapaan Billy tersebut, Rabu (16/9).

Billy mengaku belum bisa mengonfirmasi apakah pihaknya akan menurunkan harga jual atau tidak seandainya usulan relaksasi pajak mobil diterapkan, sebab HPM masih ingin mengkaji rincian aturan tersebut. “Sekarang masih wacana dan perlu dilakukan kajian-kajian dalam menyusun strategi harga,” tutur Billy.

Dia katakan, untuk menjemput peluang pasar yang ada, HPM akan terus berupaya memberikan keringanan dan kemudahan bagi konsumen untuk membeli kendaraan baru.

Beberapa cara yang dilakukan di antaranya ialah dengan bekerja sama dengan pihak perusahaan pembiayaan untuk menawarkan program penjualan dengan DP rendah, serta menawarkan perawatan berkala secara gratis untuk part dan jasa selama empat tahun atau 50.000 km.

Sampai tutup tahun nanti, HPM membidik penguasaan pasar alias market share sebesar 14,3% dari total pasar domestik nasional. Sepanjang Januari - Juli 2020 lalu, penjualan dari pabrikan ke diler (wholesales) mobil Honda tercatat mencapai 40.785 unit, sementara penjualan ritelnya ([penjualan dari diler ke konsumen) mencapai 44.848 unit.

Peringatan Dini BMKG Besok, Kamis 17 September 2020 Waspada Gelombang Tinggi di 5 Perairan Capai 6 M

Dunia Otomotif Mulai Bergerak, Respon Positif Kebijakan Pemerintah Pulihkan Daya Beli Masyarakat

Promo Dunia Otomotif Dimasa Pandemi, Bulan Ini Hujan Diskon Mobil LCGC Berbagai Merek

Dengan capaian tersebut, Honda mendekap market share sebesar 14,2% dari total pasar mobil domestik untuk wholesales, serta market share sebesar 13,7% untuk penjualan ritel.

 Artikel ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul https://industri.kontan.co.id/news/relaksasi-belum-jelas-honda-prospect-motor-hpm-masih-kaji-wacana-insentif-pajak

Editor: Azwir Ahmad
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved