Breaking News:

Berita Pagaralam

Seorang Warga di Pagaralam Menyangkal Terpapar Virus Covid-19, Jubir Gugus Tugas : Kami Jemput Paksa

Akun facebook Asnah Gucci menyebarkan video lewat akun facebooknya dengan menyatakan bahwa dirinya tidak sedang sakit dan dalam keadaan sehat.

handout
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Pagaralam Samsul Bahri Burlian 

Laporan wartawan Sripoku.com, Wawan Septiawan

SRIPOKU.COM, PAGARALAM - Adanya penambahan kasus terkonfirmasi positif terpapar Covid-19 dengan kasus 013 membuat salah seorang warga Kota Pagar Alam yang diduga merupakan pasien 013 membuat video sanggahan dimedia sosial Facebook.

Akun facebook Asnah Gucci menyebarkan video lewat akun facebooknya dengan menyatakan bahwa dirinya tidak sedang sakit dan dalam keadaan sehat.

Bahkan terlihat beberapa orang ada di rumahnya yang sama sekali tidak menggunakan APD.

Menanggapi video viral yang sudah ditonton lebih dari 1.700 viewer tersebut Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Pagar Alam, Drs Samsul Bahri Burlian angkat bicara.

Kasus Klaster Hajatan di Pagaralam Bertambah 1 Orang Positif Covid-19, 76 Warga Dirapid Test

Dinkes Pagaralam Rapid Test Warga yang Kontak dengan Pasien Covid-19 Terpapar di Acara Hajatan

Menurutnya, pasien tersebut tidak mau mengaku bahwa dirinya sedang sakit atau terpapar Covid-19.

"Pasien tersebut tidak mengaku sedang sakit, dia merupakan pasien berstatus OTG.

Yang bersangkutan memang tidak dalam keadaan sakit, namun ada virus di dalam tubuhnya," ujar Samsul saat dihubungi sripoku.com via Whats App miliknya.

Terkait ada beberapa tamu yang masuk ke rumah pesien dalam video tersebut, Gugus Tugas meminta warga sekitar rumah pasien untuk tidak berkunjung ke rumah pasien sampai pasien dinyatakan sembuh.

Bertambah Satu Warga Disekitaran Pasar Kota Pagaralam Terkonfirmasi Positif Covid-19 Total 13 Orang

Video Berikan Rasa Aman Kepada Masyarakat,  Pemkot Pagaralam Lakukan Penyemprotan Disinfektan

"Kita akan melakukan langkah persuasif kepada pasien untuk dilakukan isolasi di ODP center," katanya.

Namun jika pasien tidak kooperatif atau tidak mau diisolasi di ODP Center maka akan dilakukan upaya paksa.  

Hal ini untuk memutus mata rantai penularan Covid-19 disekitar wilayah rumah pesien.

"Jika tidak kooperatif maka akan kita lakukan jemput paksa," tegas Samsul.

Penulis: Wawan Septiawan
Editor: Welly Hadinata
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved