Breaking News:

YLKI Soroti Wacana Merger Gojek dan Grab, Berdampak Buruk Berpotensi Merugikan Konsumen

Penggabungan Gojek dan Grab bisa melahirkan persaingan tidak sehat, berpotensi terjadinya kartel yang merugikan konsumen.

YLKI Soroti Wacana Merger Gojek dan Grab, Berdampak Buruk Berpotensi Merugikan Konsumen - grab_20180914_165534.jpg
Fajar
Ilustrasi
YLKI Soroti Wacana Merger Gojek dan Grab, Berdampak Buruk Berpotensi Merugikan Konsumen - gojek.jpg
Sumut Invest
Gojek

SRIPOKU.COM, JAKARTA - Adanya pembicaraan tentang potensi merger (penggabungan) Gojek dan Grab, dua super app pioneer di Asia Tenggara mendapat sorotan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI). Karena kalau merger itu terjadi, berpotensi akan merugikan konsumen.

Menurut Ketua Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi, aturan di Indonesia tidak mengharamkan adanya monopoli jika keduanya jadi merger.

"Di regulasi kita penguasaan pasar dalam batas tertentu tidak dilarang. Monopoli tidak dilarang, yang dilarang adalah praktik monopoli," ujarnya kepada Tribunnews, Selasa (15/9/2020).

Kendati tidak ada larangan, Tulus mengingatkan dampak buruk dari merger kedua perusahaan yakni adanya persaingan tidak sehat.

"Sebaiknya ini harus diwaspadai karena berpotensi besar untuk terjadinya praktik persaingan tidak sehat. Misalnya adanya kartel harga," katanya.

Dia menambahkan, ujung dari adanya kartel dan persaingan tidak sehat adalah merugikan konsumen karena harga bisa naik.

Herman Deru Segera Berlakukan Pergub 37 Tentang Protokol Kesehatan Berikut Sanksi Untuk Pelanggar

Diluncurkan Mei 2020 Lalu, 2 juta Nasabah Manfaatkan Program Gadai Tanpa Bunga

Putar Otak Agar NPL Pada Batas Aman Hingga Akhir Tahun, Bankir Yakin NPL Masih Terkendali

"Akhirnya sangat merugikan konsumen karena harga bisa lebih mahal. Selain itu, tidak ada kompetisi pelayanan," pungkasnya.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Merger Grab dan Gojek, YLKI: Bisa Sangat Rugikan Konsumen, https://www.tribunnews.com/bisnis/2020/09/15/merger-grab-dan-gojek-ylki-bisa-sangat-rugikan-konsumen.

Editor: Azwir Ahmad
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved