Breaking News:

Tak Terima Dengan Dakwaan JPU, Terdakwa Kasus Dugaan Penipuan Proyek Asian Games Palembang Eksepsi

kliennya merasa keberatan dengan dakwaan JPU Kejari Palembang, Ursulla Dewi SH M.Hum atas tuduhan tindak pidana penipuan proyek pengadaan batu belah

ISTIMEWA
Ilustrasi penipuan via telepon 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Terdakwa Febry Alfian Alias Ayong (51), melalui kuasa hukumnya ajukan eksepsi ke majelis hakim PN Palembang atas dakwaan yang dijeratkan JPU.

Hal tersebut disampaikan oleh kuasa hukum terdakwa, Abunawar Basyeban SH, usai sidang virtual yang digelar Senin, Sore (14/9/2020) sekira pukul 17.30.

Ajuan eksepsi ia ucapkan di hadapan majelis hakim yang diketuai Bongbongan Silaban SH MH LLM.

Dua Tenaga Kesehatan di RSUD Empat Lawang Tambah Daftar Covid-19, Total Ada 3 Tambahan Kasus Baru

Dikatakan Abunawar, kliennya merasa keberatan dengan dakwaan JPU Kejari Palembang, Ursulla Dewi SH M.Hum atas tuduhan tindak pidana penipuan proyek pengadaan batu belah pembuatan embung pada venue Asian Games di Jakabaring Palembang.

Dalam dakwaan disebutkan bahwa, terdakwa Ayong yang mengaku sebagai komisaris PT Surya Prima Abadi bergerak dalam bidang supplier proyek lanjutan perluasan embung salah satu venue Asian Games di Jakabaring (Tahun Anggaran 2017).

"Saat itu proyek tersebut membutuhkan pengadaan batu belah (split) yang kemudian ditawarkan terdakwa kepada korban Bong Elvan Hamzah atau pihak PT. Metro Ragam Usaha senilai Rp. 3,4 miliar," kata jaksa Ursulla dalam video online dalam membacakan dakwaan.

Warga Penerima PKH di Palembang Terima Beras 15 Kg Per KK Selama 3 Bulan

Masih dalam pembacaan dakwaan jaksa, selain kepada PT. Metro Ragam Usaha, terdakwa juga menawarkan kepada PT. Mitra Baratama Persada  senilai kurang lebih Rp 4,6 miliar.

Terdakwa Ayong menjanjikan paling lama 2 bulan tagihan itu akan dibayarkan sejak barang diterima.

"Namun setelah pihak PT. Mitra Baratama Persada mengirimkan invoice penagihan sesuai tanggal yang dijanjikan terdakwa terkesan menghindar dan susah untuk dihubungi.

Kkalaupun bisa dihubungi dengan nomor telepon yang tidak dikenal, alasannya sedang diatur dan pembayaran selalu dijanji – janjikan saja  dan belum ada realisasinya," kata Ursulla.

Cegat Bus dari Aceh di Kawasan Musi 2 Palembang, BNN Amankan 30 Kg Narkoba

Di dalam dakwaan disebutkan kedua perusahaan itu mengalami kerugian dengan total lebih kurang Rp 8 milar dan didakwa melanggar pasal 379 a KUHP atau pasal 378 KUHP dengan ancaman pidana maksimal 20 tahun penjara dan denda paling banyak Rp10 miliar.

Setelah mendengarkan dakwaan JPU, terdakwa melalui kuasa hukumnya Abunawar Basyeban dan Benny Wahyudi mengajukan keberatan atas dakwaan itu (eksepsi) yang akan diajukan pada sidang yang digelar pada Senin 28 September 2020 mendatang.

"Ini sebenarnya permasalahan murni bisnis to bisnis antara terdakwa selaku klien kami dengan pihak pelapor.

Sebenarnya klien kami bukan tidak sanggup bayar sebagaimana yang dituduhkan pelapor, sudah ada upaya dengan menawarkan beberapa aset yang dimiliki tersangka yang nilainya melebihi dari yang disangkakan itu". kata Abunawar kuasa hukum terdakwa ditemui usai sidang.

Editor: Refly Permana
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved