Mendaki Gunung Dempo

Meresapi Jalur Jarai Pendakian Gunung Dempo Pagaralam yang Masih Perawan, Indah dan Menawan Hati (2)

Selanjutnya kami memasuki bagian hutan bernuansakan pohon-pohon yang besar dengan akar bergantungan yang dinamai dengan kawasan rimba Kute Besak

Editor: aminuddin
dokumen pribadi
Tangga sembilan Jalur Jarai GunungDempo 

SRIPOKU.COM, PAGARALAM -- Sinar matahari menyembul dari celah-celah rimbun hutan di Jeramba Tanah.

Sejenak mata anggota tim melirik jam tangan.

Rupanya waktu sudah menandakan bahwa kami harus beristirahat makan siang.

Suara angin menghibur sejuk menemani makan siang kami di Jeramba Tanah.

Setelah mengambil air cadangan, kami melanjutkan pendakian.

Tak Perlu Risau, Inilah 10 Kiat atau Tips Mendaki Gunung dengan Nyaman saat Musim Hujan

Beberapa saat meninggalkan Jeramba Tanah, terlihat adanya cabang jalur ke kiri, nyatanya jalur tersebut merupakan jalur menuju ke Desa Bukit Timur Jarai sebagaimana obrolan kami dengan saudara Alpa di talangnya.

Selanjutnya kami memasuki bagian hutan bernuansakan pohon-pohon yang besar dengan akar bergantungan yang dinamai dengan kawasan rimba Kute Besak.

Tidak tahu kenapa dinaeperti itu, mungkin wilayah ini merupakan trek jalur yang terpanjang dan merupakan kawasan hutan yang terluas dari tahapan pada jalur lain.

Mendaki Gunung Agung, Video Bule Ini Viral di Media Sosial

Pada titian ini kami banyak menjumpai simbar yang menempel pada pohon-pohon besar, pohon pakis, buah-buahan sejenis kenari yang berserakan di jalur, dan jamur besar yang menempel di bagian bawah pohon.

Dengan napas terengah-engah dan baju yang dibasahi keringat, setelah menempuh perjalanan sejauh 1 km dari Jeramba Tanah, kami dihadapkan pada benta ngan halaman yang cukup untuk mendirikan tenda.

Lokasi ini berada pada ketinggian 2430 mdpl.

Tampak ada sumber air.

Tapi, karena hari masih terang, kami lanjutkan pendakian.

Anda Bisa Mendaki Gunung Agung saat Ini, Tapi Ini Pantangan yang tak Boleh Diabaikan

Ketika meniti jalur tikungan menanjak di rimba Kute Besak ini, kami dikejutkan dengan tanaman kantung semar, seolah menyapa dan menyemangati kami.

Kami kemudian dihadapkan dengan pohon-pohon yang tetap tinggi namun diameternya tidak sebesar pada kawasan Kute Besak.

Uniknya, pohon-pohon pada kawasan ini dipenuhi lumut berbentuk janggut.

Tanpa kami sadari, nyatanya kami telah berada di kawasan Hutan Lumut pada ketinggian 2563 mdpl.

Disakralkan Umat Hindu. Jika Mendaki Gunung Agung, Jangan Abaikan Pantangan Ini

Pada jalur ini suhu terasa sudah semakin dingin dan terbiasa telapak tangan kami terpegang dengan tumpukan lumut tebal yang menempel pada pohon. 

Begitu kontras setelah kami harus mela lui Terowongan Ghesam, yang apabila dipegang terasa begitu kering dan seringkali membuat ransel kami tersangkut.

Memasuki Terowongan Ghesam, tepatnya di pengkolan kanan, kami dihadapkan dengan hamparan seperti taman bonsai Jepang.

Hamparan terjal inilah yang dikenal dengan nama Padang Surayan Besak.

Diperkirakan jarak antara Hutan Lumut dengan Padang Surayan Besak sejauh 250 meter.

Meskipun Ada Badai dan Berkabut, Ribuan Pendaki Tetap Mendaki Gunung Api Dempo Pagaralam

Kembali pada kearifan masyarakat setempat yang harus mempersiapkan dua rangkaian bunga tujuh warna, satu rangkaian ditempatkan di Jeramba Tanah dan satu rangkaian lagi di kawasan Padang Surayan Besak ini.

Sementara jika kabut datang di jalur ini, dituntun untuk kembali menghamburkan beras kuning.

Kami tiba di Padang Surayan Besak ini menjelang matahari tenggelam.

Namun, kami tidak mungkin mendirikan tenda di sini, karena sangat curam dan begitu terbuka.

Sumber: Sriwijaya Post
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved