Mendaki Gunung Dempo

Meresapi Jalur Jarai Pendakian Gunung Dempo Pagaralam yang Masih Perawan, Indah dan Menawan Hati (2)

Selanjutnya kami memasuki bagian hutan bernuansakan pohon-pohon yang besar dengan akar bergantungan yang dinamai dengan kawasan rimba Kute Besak

Editor: aminuddin
dokumen pribadi
Tangga sembilan Jalur Jarai GunungDempo 

Uniknya, pohon-pohon pada kawasan ini dipenuhi lumut berbentuk janggut.

Tanpa kami sadari, nyatanya kami telah berada di kawasan Hutan Lumut pada ketinggian 2563 mdpl.

Disakralkan Umat Hindu. Jika Mendaki Gunung Agung, Jangan Abaikan Pantangan Ini

Pada jalur ini suhu terasa sudah semakin dingin dan terbiasa telapak tangan kami terpegang dengan tumpukan lumut tebal yang menempel pada pohon. 

Begitu kontras setelah kami harus mela lui Terowongan Ghesam, yang apabila dipegang terasa begitu kering dan seringkali membuat ransel kami tersangkut.

Memasuki Terowongan Ghesam, tepatnya di pengkolan kanan, kami dihadapkan dengan hamparan seperti taman bonsai Jepang.

Hamparan terjal inilah yang dikenal dengan nama Padang Surayan Besak.

Diperkirakan jarak antara Hutan Lumut dengan Padang Surayan Besak sejauh 250 meter.

Meskipun Ada Badai dan Berkabut, Ribuan Pendaki Tetap Mendaki Gunung Api Dempo Pagaralam

Kembali pada kearifan masyarakat setempat yang harus mempersiapkan dua rangkaian bunga tujuh warna, satu rangkaian ditempatkan di Jeramba Tanah dan satu rangkaian lagi di kawasan Padang Surayan Besak ini.

Sementara jika kabut datang di jalur ini, dituntun untuk kembali menghamburkan beras kuning.

Kami tiba di Padang Surayan Besak ini menjelang matahari tenggelam.

Namun, kami tidak mungkin mendirikan tenda di sini, karena sangat curam dan begitu terbuka.

Sumber: Sriwijaya Post
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved