Inilah Penyebab Ketiak Ruam karena Deodoran dan Cara Mengatasinya

Sebagian orang memiliki alergi pada kandungan dalam deodoran. Efeknya adalah mengalami ruam, kemerahan, atau sensasi terbakar di area ketiak

Tayang:
Editor: Bejoroy
sloaneclinic.com
Ilustrasi. Deodoran menjadi senjata wajib untuk mencegah bau badan, terutama ketika banyak beraktivitas di luar ruangan. 

Meski begitu, bukan berarti sudah tidak ada lagi masalah pada sistem pengawet dalam produk kosmetik saat ini.

Menurut Greenfield, iritan yang umum adalah pengawet formaldehida atau pengawet pelepas formaldehida. Penyebab umumnya adalah quaternium-15, DMDM hydantoin, imidazolidinyl urea, diazolidinyl urea, polyoxymethylene urea, sodium hydroxymethylglycinate, bromopol, dan glyoxal.

Dan jangan lupa juga subscribe, like dan share channel Instagram Sriwijayapost di bawah ini:

2. Soda pengembang

Ini berhubungan dengan kadar keasaman (pH). Soda pengembang memiliki pH yang sangat basa, sedangkan ketiak pada umumnya sedikit asam. Ini biasanya dilakukan dengan sengaja.

Idenya adalah ketika kita meningkatkan pH di satu area, maka lingkungan tersebut tidak akan lagi ramah terhadap bakteri penyebab bau.

Untuk diketahui, munculnya bau badan adalah karena ezim dalam strain bakteri tertentu yang berinteraksi dengan keringat, sehingga menghasilkan bau yang menyengat.

Bagi sebagian orang, kondisi pH tersebut tidak menimbulkan masalah, namun bagi sebagian lainnya perubahan pH dapat memicu reaksi.

6 Zodiak Sangat Pemalu. (Flirt.com/)

3. Pewangi atau minyak esensial

Wewangian, baik alami atau pun sintetis, dan minyak esensial dalam beberapa kasus dapat memicu reaksi. Beberapa orang hanya mengalami reaksi terhadap aroma tertentu, misalnya alergi terhadap lavender.

Wewangian bisa menjadi molekul yang mudah menguap, jadi sering kali wewangian membutuhkan stabilisator.

Banyak perusahaan alami telah menemukan pilihan lebih lembut yang diturunkan dari tumbuhan. Tetapi jika kamu masih menggunakan deodoran tradisional, mungkin kamu juga masih merasakan reaksi terhadap stabilisator.

Untuk diketahui, mungkin saja penyebabnya bukanlah molekul wewangian itu sendiri, melainkan bahan yang digunakan untuk menjaganya tetap segar.

Minyak esensial adalah minyak pekat yang diekstrak dari tumbuhan dalam dosis tinggi dan berpotensi mengiritasi.

Namun, reaksi tersebut bergantung pada tanaman apa yang mereka ekstrak. Beberapa orang mungkin alergi terhadap minyak esensial spesifik.

ilustrasi
https://covid19.go.id/p/berita/
Sumber: Kompas.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved