Inilah Tingkatan Risiko Cedera Kepala Bayi Terbentur: Cedera Kepala Ringan hingga Cedera Parah
Pertolongan pertama bila kepala bayi terbentur perlu diketahui oleh semua orangtua untuk mencegah akibat yang lebih fatal lagi.
SRIPOKU.COM - Cedera, seperti jatuh, menabrak sesuatu, atau kejatuhan barang adalah hal-hal yang umum terjadi pada bayi dan anak di bawah usia tiga tahun.
Namun bila "kecelakaan" itu mengenai kepala bayi, misalnya terbentur, maka bisa membuat kita sebagai orangtua menjadi khawatir.
Biasanya cedera kepala bayi terbentur dapat sembuh sendiri dan tidak menyebabkan masalah dalam jangka panjang. Meski demikian, pertolongan pertama bila kepala bayi terbentur perlu diketahui oleh semua orangtua untuk mencegah akibat yang lebih fatal.
• Miris, Kepala Terbentur di Oven, Wanita Ini Kehilangan Setengah Wajah!
• Ramalan Bintang Karier Jumat 4 September 2020: Leo akan Melunasi Semua Hutang yang Ada
Jangan lupa subscribe, like dan share channel Youtube Sripokutv di bawah ini:

Kepala bayi terbentur umumnya terjadi saat Si Kecil mulai belajar merangkak dan berjalan. Kondisi ini juga dapat terjadi ketika ia sudah mulai besar, seperti terpeleset saat bermain.
Kepala bayi terbentur dapat menyebabkan cedera di permukaan kulit kepala dan di dalam kepala. Ia mungkin juga akan memiliki benjolan di kepala yang menyebabkan rasa nyeri dan tidak nyaman.
Mengingat bayi tidak dapat mengutarakan keluhan tersebut, orangtua harus jeli dengan tanda-tandanya untuk mengetahui apakah kepala bayi terbentur tergolong cedera ringan atau parah.
3 Tips Sukses Bisnis Sampingan di Masa Pandemi. (http://3.bp.blogspot.com/)
Adapun tingkatan risiko cedera kepala bayi terbentur dari yang paling rendah hingga paling tinggi adalah sebagai berikut:
1. Cedera kepala ringan
Sebagian kasus benturan kepala bayi dan anak di bawah usia tiga tahun tidak bersifat serius. Luka yang dialami biasanya hanya terbentuk pada kulit kepala atau wajah.
Akan tetapi, mengingat kepala bayi dan anak di bawah usia tiga tahun masih lunak dan masih dalam tahap perkembangan, benturan sedikit saja tentu dapat menyebabkan luka yang terlihat sangat gawat.
Akibatnya, bayi mungkin akan mengalami memar, baik di kulit kepala atau dahi. Selain memar, Si Kecil bisa mengalami benjol atau luka lecet, tetapi tanpa disertai gejala lebih lanjut.
Risiko bahaya cedera kepala bayi terbentur juga dapat dianggap rendah atau ringan apabila jatuhnya tidak tinggi, serta tidak ada gejala gangguan saraf setelahnya, dan tidak ada tanda-tanda kelainan yang dialami bayi dalam jangka waktu dua jam setelah terjatuh.
Dan jangan lupa juga subscribe, like dan share channel Instagram Sriwijayapost di bawah ini:
2. Cedera kepala sedang
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/kepala-bayi-terbentur.jpg)