Inilah 6 Penyebab Gastritis dan Cara Mengatasinya (2): Infeksi Perut dan Gangguan Autoimun
Berbagai gejala yang kerap disebut sebagai maag tersebut memang dapat muncul pada orang yang mengalami gastritis.
SRIPOKU.COM - Maag adalah istilah yang dipakai oleh orang awam untuk menggambarkan suatu kondisi dengan kumpulan gejala, seperti sakit perut, dada terasa perih dan terbakar (heartburn), kembung, begah, muntah, dan mulut terasa asam.
Jadi, maag sebenarnya bukan suatu penyakit, tapi sebagai gejala yang menandakan adanya penyakit.
Berbagai gejala yang kerap disebut sebagai maag tersebut memang dapat muncul pada orang yang mengalami gastritis.
• Beginilah Cara Membedakan Gejala Sakit Maag dan Serangan Jantung
• Turun Rp 3.000, Harga Emas Antam Hari Jumat 4 September 2020 di Angka Rp 1.021.000 per Gram
Jangan lupa subscribe, like dan share channel Youtube Sripokutv di bawah ini:

Namun, penyakit lain seperti gastroesophageal reflux disease (GERD) maupun ulkus peptikum faktanya juga bisa memiliki gejala-gejala yang sering disebut sebagai maag.
Untuk memastikan apakah Anda terkena gastritis atau tidak, perlu dilakukan pemeriksaan endoskopi dari dokter terlebih dahulu.
Untuk menghindari kondisi ini, ada baiknya Anda dapat mengenal beragam penyebab gastritis.
7 Tanda Masa Subur pada Wanita. (Lebah Master)
Berikut lanjutan beberapa di antaranya:
4. Infeksi perut yang disebabkan oleh bakteri Helicobacter pylori
Infeksi Helicobacter pylori kebanyakan tidak menimbulkan gejala yang signifikan pada penderita.
Akan tetapi jika terjadi terus menerus, infeksi Helicobacter pylori dapat menimbulkan penyakit saluran pencernaan, seperti gastritis dan tukak lambung.
Melansir Mayo Clinic, dokter percaya kerentanan terhadap bakteri ini dapat diturunkan (riwayat keluarga) atau dapat disebabkan oleh pilihan gaya hidup, seperti merokok dan penerapan pola makan kurang sehat.
Tidak jelas memang bagaimana bakteri H. pylori dapat menyebar.
Tetapi ada beberapa bukti bahwa bakteri ini dapat ditularkan dari orang ke orang atau melalui makanan dan air yang terkontaminasi.
Anda dapat mengambil langkah-langkah untuk melindungi diri dari infeksi, seperti H. pylori, dengan sering mencuci tangan dengan sabun dan air serta dengan mengonsumsi makanan yang telah dimasak sepenuhnya.