Oli Palsu Bisa Bahayakan Mesin Mobil, Begini Langkah-langkah Menghindarinya
Oli Palsu Marak bisa membahayakan mesin kendaraan. Bagaimana langkah menghindarinya agar kendaraan aman dari kerusakan. Ikuti langkah berikut
SRIPOKU.COM, JAKARTA - Penggantian pelumas secara rutin atau teratur merupakan satu hal wajib dalam perawatan mobil.
Namun yang tak kalah penting lagi bagi pemilik kendaraan, selain memilih oli yang cocok atau sesuai dengan rekomendasi kendaraan, juga harus bisa memastikan bahwa oli yang digunakan asli.
Bagaimana pun juga, akibat tingginya konsumsi oli pelumas akibat tingginya populasi mobil, ternyata mengundang peredaran oli palsu di pasaran.
Agar tidak teripu, maka selaku konsumen harus hati-hati dan mengetahui betul bagaimana memilih produk oli.
Soalnya, jika mesin mobil terlanjur menggunakan pelumas palsu, maka akan berdampak buruk yakni bisa menimbulkan kerusakan parah yang berujung jebolnya mesin mobil.
Menurutn Service Part Division Head PT Astra Daihatsu Motor (ADM) Anjar Rosjadi, pelumas merupakan hal terpenting pada mesin dengan peran multi fungsi. Fungsi oli bagi kendaraan, selain untuk melumasi komponen di dalam mesin, oli juga berkerja untuk melindungi serta sebagai pendingin suhu.
"Jadi dapat dibayangkan jika mesin menggunakan oli palsu yang tidak teruji kualitasnya, tentu akan berdampak fatal bagi mesin. Karena, semua fungsi dari oli tidak berkerja maksimal sehingga membuat kerusakan pada mesin," kata anjar, Minggu (30/8/2020).
Anjar berpendapat,memang sulit menghindari adanya oli palsu, khususnya di kalangan aftermarket. Apalagi kemasan serta bentuk tampilannya pun hampir mendekati yang asli.Karena itu, ada baiknya konsumen juga mengetahui ciri-ciri oli palsu.
Berikut tips bagaimana cara mengenali ciri dari oli palsu secara visual.
Pertama, dengan melihat dari nomor produksinya. Biasanya, produsen oli selalu menyertakan nomor identifikasi yang terletak pada dua tempat berbeda, yakni tutup botol dan kemasan dari oli itu sendiri.
Cetakan dari nomor produksi tersebut biasanya rapih dan sejajar. Keduanya juga sama persis
Keduanya juga sama persis, jadi apabila ada perbedaan angka antara yang ditutup dan di kemasannya, bisa dicurigai bila itu adalah oli palsu.
Cara kedua, dengan memperhatikan tutup botolnya, karena pabrikan oli sudah menggunakan teknologi yang modern dan maju dalam pembuatan tutup, maka biasanya tutup tersebut hanya bisa digunakan satu kali saja.
Bila sudah terbuka, maka tidak bisa digunakan lagi, hal ini memang diciptakan untuk mencegah oknum nakal menggunakan tutup botol tersebut atau di daur ulang.
Nomor produksi di tutup dan leher kemasan pelumas, wajib sama.
Selain itu, pemilik kendaraan juga bisa mencermati label pada bagian tutup botol oli yang akan dibeli. Produsen pelumas menggunakan semacam logo hologram dan kode tersendiri untuk menunjukkan keaslian produk mereka.
Sementara produk oli pelumas palsu biasanya menggunakan printing kualitas rendah karena logo dari produk asli akan di-scan dan dicetak ulang.
Meski tampilan bisa terlihat sangat mirip, jika diteliti, akan ada perbedaan. Sebab, detail label yang digunakan berkualitas rendah "Bisa juga mencirikan dari bau dan warnanya, cara ini mungkin paling mudah.
• Pelumas Sintetis AHM Oil Khusus Transmisi Skutik
• Sering Gonta-Ganti Pelumas, Perlukah Dilakukan Pembilasan Oli Motor? Inilah Penjelasannya
• Sering Olesi Rantai Motor dengan Pelumas Bekas, Ini yang akan Terjadi
Ciri khas dari oli asli adalah berwarna bening dan tidak berbau aneh, sedangkan oli palsu biasanya berbau gosong seperti oli yang sudah pernah digunakan dan berwarna keruh," ucap Anjar.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Banyak Beredar Oli Palsu, Begini Cara Mengenali yang Asli"
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/astra-isuzu.jpg)