Berita Palembang
Bantu Pengairan Sawah Petani di Sumsel, BBWS Sumatera VIII Siagakan 29 Unit Pompa
Memasuki musim kemarau, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera VIII menyiagakan sebanyak 29 unit pompa.
Penulis: Odi Aria Saputra | Editor: Yandi Triansyah
Laporan wartawan Sripoku.com, Odi Aria
SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Memasuki musim kemarau,
Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera VIII menyiagakan sebanyak 29 unit pompa.
Penyediaan mesin pompa dimaksudkan untuk membantu sistem irigasi yang tidak optimal saat debit air berkurang, pada saat musim kemarau terjadi, Jumat (21/8/2020).
Pompa yang disiagakan masing-masing dua unit pompa dengan kapasitas 1000 m3/jam, dua unit pompa kapasitas 60 liter/detik dan 25 unit pompa kapasitas 16 liter/detik.
Mesin pompa berkapasitas besar disiagakan di Palembang, sementara sisanya ditempatkan di sejumlah daerah seperti di Lubuk Linggau dan Ogan Komering Ulu Timur.
Kepala BBWS Sumatera VIII, Birendrajana mengungkapkan, beberapa wilayah yang rawan kekeringan memang sudah ada dalam pemetaan pihak Balai, dan di lokasi tersebut akan dilakukan persiapan peletakan mesin pompa pembantu.
• Karena Alasan Ini, Lionel Messi Lebih Berpeluang ke PSG Ketimbang Neymar ke Barcelona
• Bisnis Otomotif Berangsur Pulih, Angka Penjualan Menunjukan Tren Positif
Dijelaskannya, bantuan pompa air pada dengan kapasitas 16 liter/detik telah diturunkan BBWS Sumatera VIII di kawasan Lubuklinggau dan Muara Kelingi untuk mengairi areal persawahan karena kekeringan.
"Pompa kita siagakan untuk daerah yang alami kekeringan. Airnya kami ambil dari sumber air terdekat untuk disalurkan ke sawah,” katanya .
Menurutnya, Daerah Irigasi (DI) Kelingi-Tugu Mulyo merupakan salah satu di Sumsel yang rawan kekeringan pada musim kemarau selain di daerah Musi Rawas.
Meski telah masuk musim kemarau, namun penggunaan mesin pompa belum begitu diperlukan mengingat debit air masih mencukupi untuk mengalir ke areal pertanian.
Selain itu, pada masa musim tanam ketiga di akhir tahun tidak semua para petani yang menanami sawahnya dengan padi, ada juga petani menanam palawija yang cocok ditanam pada musim kemarau.
• BREAKING NEWS : Mayat Perempuan Tanpa Identitas Ditemukan Tergeletak di Jalan Karya Baru Palembang
• Terbukti Jitu! Prediksi Final Liga Champions ala Ferdinand: Paris Saint-Germain vs Bayern Munchen
"Musim tanam ke tiga tidak 100 persen ditanami padi, ada yang menanam palawija.
Kalau palawija kan tidak memerlukan terlalu banyak air," jelas Birendrjana.
Kepala Bidang Operasi dan Pemeliharaan BBWS Sumatera VIII, Medya menambahkan untuk di Sumsel ada sebanyak 80 ribu hektare irigasi yang menjadi tanggung jawab mereka.
Dengan penyediaan pompa sebanyak 29 unit diklaim mampu mengaliri irigasi seluas 60 ribu hektare.
"Paling rawan kekeringan itu di Kelingi. Untuk wilayah lain cukup aman, apalagi sawah di Sumsel pada umumnya pasang surut jadi saat kemarau debit air masih tetap ada tidak terjadi kekeringan parah," ungkapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/bbws-viii-bantu-pompa.jpg)