Breaking News:

Berita Muaraenim

Sebelum Tewas Dibunuh, Korizol Pemuda Desa Berugo Sempat Sujud dan Berikan Uang Kepada Ibunya

Menurut Susma, bahwa semenjak suaminya meninggal otomatis yang jadi tulang punggung keluarganya adalah almarhum Kori

Penulis: Ardani Zuhri
Editor: Tarso
SRIPOKU.COM/Ardani Zuhri
Susma bersandar di lemari dan Yaser adik korban ketika dijumpai wartawan Sripoku.com, di kediaman almarhum Korizol alias Kori. 

SRIPOKU.COM, MUARA ENIM-- Rumah panggung kayu berukuran sekitar 6 x 8 meter yang termakan usia terlihat masih ramai didatangi kerabat dan tetangga.

Sebuah tenda berukuran 5 x 5 meter dan beberapa kursi plastik masih berserakan usai menguburkan jenazah almarhum Korizal alias Kori (22) warga Desa Berugo, yang tewas di Sungai Tebu, Desa Muara Lawai, Muara Enim.

Di rumahnya, ibu almarhum Kori yakni Susma (52) terlihat duduk bersama anak keduanya Yaser (20) bersama kedua anaknya, sedangkan suaminya almarhum Abdul Halik (57) sudah meninggal dunia pada tahun 2016.

"Saya tidak menyangka anaknya akan mati seperti itu, saya minta pelakunya untuk dihukum seberat-beratnya," ujar Susma tegar.

Menurut Susma, bahwa semenjak suaminya meninggal otomatis yang jadi tulang punggung keluarganya adalah almarhum Kori.

Setiap Minggu, dia selalu pulang memberikan uang untuk makan sehari-hari dan membayar Dodol. Dan sebelum meninggal, anaknya Kori sempat pulang pada hari Sabtu (15/8) dan memberinya uang Rp 100 ribu untuk membayar Dodol, Setelah itu ia langsung pulang kembali ke Muara Enim.

"Saya kurang tahu pekerjaan anaknya, tapi menurut Kori ia bekerja menyadap karet," ujarnya yang hanya menjadi buruh menyadap kebun warga.

Pembunuhan di Cafe Pedro Muaraenim Terungkap, Leher Korizol Disayat Pelaku Saat Diatas Motor

Bandrek Jahe Pinang dari Musirawas Sumsel Bisa Bikin Stamina Lebih Strong, Ini Racikan Bahannya

Preman yang Peras Sopir Truk Saat Melintas di Prabumulih, Ternyata Sudah 6 Kali Keluar Masuk Penjara

Masih dikatakan Susma, bahwa dia tidak mempunyai firasat apa-apa, namun yang agak aneh, pada saat ia pulang anaknya tersebut tiba-tiba meminta maaf dan bersujud di depannya sambil memberikan uang.

Ditambahkan adik korban yakniYaser (20) bahwa dirinya awalnya diberitahu kalau kalanya di rumah sakit, dan setelah dilihatnya ternyata sudah tewas. Dan yang paling mengagetkan yang membunuh kakaknya adalah Genjer yang merupakan teman akrab semakan seminum ketika mereka sama-sama menjalani hukuman di Lapas.

"Saya minta pelaku dihukum seberat-beratnya, bila perlu nyawa sibayar nyawa," pingkasnya.
Sementara itu Kades Berugo Darlis, membenarkan ada warganya yang tewas dibunuh. Dan pihaknya telah meminta kepada pihak terkait untuk mengusutnya dan managlngkapnya sesuai aturan berlaku. Saat ini, korban sudah dimakamkan di TPU Desa Berugo.(ari)


Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved