Pilkada 2020 di Sumsel
Gubernur Sumsel Pesan agar Pilkada Zero Konflik, Kapolda: Perlu Kedewasaan dari Parpol & Masyarakat
"Anggota sudah menyiapkan diri dengan kemungkinan buruk yang akan terjadi tapi pasti itu bisa kita antisipasi dari sekarang," kata Kapolda.
Penulis: Bayazir Al Rayhan | Editor: Sudarwan
Laporan wartawan Sripoku.com, Bayazir Al Rayhan
SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Sebanyak 7 kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Selatan akan menggelar Pilkada 2020 di Sumsel secara serentak pada bulan Desember 2020 mendatang.
Adapun tujuh kabupaten yang menyelenggarakan Pilkada serentak tersebut yakni Kabupaten Ogan Ilir, Ogan Komering Ulu (OKU), OKU Timur, OKU Selatan, Musi Rawas, dan Musi Rawas Utara (Muratara).
Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru berpesan agar Pilkada 2020 di Sumsel yang akan dilakukan dalam waktu dekat ini dapat berjalan dengan kondusif dan zero konflik.
• Dikenal Kompak, Suku Anak Dalam di Muratara Beri Sinyal Dukung Petahana Pada Pilkada 2020
• PAN Alihkan Dukungan di Pilkada PALI, dari Pasangan Heri Amalindo-Soemarjono ke Pasangan Devi-Didi
• Gubernur Sumsel Ingatkan Pjs Kepala Daerah yang Mencalokan Diri di Pilkada Serentak Harus Netral
Menanggapi hal tersebut, Kapolda Sumsel Irjen Pol Prof Eko Indra Heri mengatakan sudah melakukan sejumlah upaya untuk mencegah terjadinya konflik saat pelaksanaan Pilkada nanti.
Adapun upaya-upaya yang dilakukan dalam hal ini yakni mengenai konteks edukasi, koordinasi dan komunikasi terhadap Parpol, KPU, dan Bawaslu.
"Ini salah satu upaya kita untuk menjadikan Sumsel damai walaupun ada pilkada, gubernur juga berpesan untuk zero konflik," kata Eko Indra Heri, Minggu (16/8/2020).
Tentunya untuk menghindari konflik yang terjadi pada pelaksanaan pilkada serentak, diperlukan kedewasaan dari partai politik dan masyarakat.
• Hasil Survei Tinggi, PKB Jatuhkan Dukungan ke H2G - Mulyana di Pilkada Musirawas 2020
• Hendra Gunawan Pilih Mulyana Jadi Wakilnya di Pilkada Musirawas 2020, Ini Alasannya
• Pilkada OKU Selatan 2020, PDI Perjuangan Usung Pasangan Petahana Popo Ali - Sholehien
Kedewasaan ini merupakan upaya untuk menghindari konflik saat pilkada serentak berlangsung.
Jika sewaktu-waktu konflik pada pilkada serentak terjadi, tentunya aparat kepolisian sudah menyiapkan diri dan bisa mengantisipasi kemungkinan terburuk tersebut.
"Polri sudah siap apapun yang terjadi, anggota sudah menyiapkan diri dengan kemungkinan buruk yang akan terjadi tapi pasti itu bisa kita antisipasi dari sekarang," kata Eko Indra Heri.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/kapolda-sumsel-irjen-pol-prof-eko-indra-heri-8767.jpg)