Breaking News:

Walikota Palembang Sebut APBD Palembang Tak Defisit, Ajukan APBD Perubahan

Harnojoyo menyebutkan secara keseluruhan perubahan APBD Kota Palembang tahun 2020 menjadi Rp 4.045.933.055.296,50

SRIPOKU.COM/RAHMALIYAH
Walikota Palembang H Harnojoyo. 

Laporan wartawan Sripoku.com, Rahmaliyah

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Walikota Palembang, H Harnojoyo, menyampaikan Peraturan Daerah tentang Anggaran Belanja dan Pendapatan Daerah Perubahan (APBD-P) Tahun Anggaran 2020, Jumat (14/8/2020).

Dalam laporannya, Harnojoyo menyebutkan secara keseluruhan perubahan APBD Kota Palembang tahun 2020 menjadi Rp 4.045.933.055.296,50

"Alhamdulillah, KUPA-PPAS sudah ditetapkan sehingga kita bisa sampaikan pada rapat paripurna ini.

Tentu dengan harapan anggota dewan dan mitra terkait bisa membahas sehingga secepatnya menjadi Perda untuk direalisasikan penggunanya. Nilainya dikisaran Rp 4 triliunan," jelasnya.

Virus Corona di Muaraenim, Ada Penambahan 16 Kasus Baru, Total Kasus Kini 277 Pasien

Harnojoyo menambahkan, dibandingkan pada APBD tahun lalu, terjadi revisi dikarenakan pendapatan daerah yang menurun drastis, khususnya dari pajak dari Rp 1,8 triliun menjadi Rp 1,2 triliun oleh dampak pandemi.

"Makanya kita ajukan APBD perubahan. Jadi dalam pendapatan APBD tidak harus tercapai. Ini buktinya kita menurun sehingga diperlukan untuk dibahas lebih lanjut," jelasnya

Secara rinci, dalam APBD-P tahun 2020 untuk Pendapatan Daerah sebesar Rp 4.045.933.055.296,50, kemudian Belanja Daerah Rp 4.125.656.704.908,76. Defisit Rp 79.723.649.612,26.

Karena Belum Banyak Kontribusi Bagi Timnas Indonesia, Shin Tae-yong dengan Tulus Ikhlas Minta Maaf

Sementara untuk penerimaan pembiayaan, Rp 88.323.649.612,26. Pengeluaran pembiayaan Rp 8,6 miliar, Surplus pembiayaan Netto Rp 79.723.649.612,26.

"Sehingga sisa lebih anggaran tahun berkenaan nihil. Kalau defisit anggaran tidak ada sebab kita menggunakan anggaran secara berimbang," tegas Harno.

Ia mengatakan, sejauh ini prioritas penggunaan dalam APBD-P masih pada bidang pendidikan dan kemudian kesehatan.

"Porsi anggaran masih sama prioritas pada pendidikan dan kesehatan. Bahkan, untuk pendidikan kita besarannya 26 persen, kesehatan 14,9 persen," tutupnya.

Penulis: Rahmaliyah
Editor: Refly Permana
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved