HUT Kemerdekaan RI
Kapten A Rivai Bombardir Pasukan Belanda di Perang 5 Hari 5 Malam,Putra Pangeran OKU Timur Itu Gugur
Kepahlawanan A Rivai tidak diragukan lagi. Bagaimanapun juga dia tercatat berada pada Front Charitas di bawah Batalyon 31/ XVII
Namun pendapat Yudhy Syarofie bahwa kapten A Rivai meninggal 2 Januari, sementara dalam tulisan buku “Suntingan Perjuangan Rakyat Semendawai OKU Mei 1986”, meninggalnya A Rivai tertulis bukan pada 2 Januari 1947 tapi 3 Januari 1947. Sebelumnya A Rivai kena tembak dekat Charitas lalu dirawat di Benteng. Juga dijelaskan jika A Rivai adalah putra Pangeran Harun, asal Desa Cempaka OKU Timur.
Meninggalnya A Rivai pada 3 Januari 1947 juga ditulis Kolonel Purn. Jacoub Chaidir, SH., dalam buku “Sekitar Palagan Palembang dalam Pertempuran 5 Hari 5 Malam Tahun 1947”. Berarti kematiannya pada hari ketiga Perang Lima Hari Lima Malam.
Sementara Penuturan DR. H. Mochtar Effendy, SE., dalam buku “Perjuangan Mencari Ridha Tuhan” ada menuliskan aksi heroik dari Lettu A Rivai. Kejadian bukan pada Perang Liam Hari Lima Malam tapi bulan Desember 1946.
Melihat hal ini perlu diluruskan mengenai tanggal kematian Kapten A Rivai, meski sudah dijelaskan bahwa sang pahlawan adalah pejuang tanpa pamrih untuk mempertahankan kemerdekaan bangsa Indonesia.
Kepahlawanan A Rivai tidak diragukan lagi. Bagaimanapun juga dia tercatat berada pada Front Charitas di bawah Batalyon 31/ XVII menempati posisi depan Charitas, Jalan Pagaralam dan sekitarnya. Sasaran pasukan ini adalah tempat-tempat konfrontasi Belanda seperti: RS Charitas, gedung Basumij, 11 Ilir, Boom Yetti, Sekanak, Benteng Kuto Besak, BPM Hendelszaken, 26 Ilir dan Talang Semut.(Dokumentasi Sripo/berbagai sumber)