Liga Spanyol
Nicolas Anelka Beberkan Pengalaman Traumatisnya Saat di Real Madrid
Anelka mampu tampil bersinar saat memperkuat Arsenal dan berhasil memenangi Liga Inggris dan Piala FA selama di bawah
SRIPOKU.COM - Mantan pemain Real Madrid, Nicolas Anelka, membeberkan pengalaman traumatisnya saat berseragam Los Blancos.
Nicolas Anelka berbicara secara terbuka tentang masa traumatis yang dia alami bersama Real setelah pindah ke ibu kota Spanyol pada 1999.
Saat itu, Nicolas Anelka dibeli Real Madrid dengan harga 22,3 juta pounds atau 424 miliar dari Arsenal.
Anelka mampu tampil bersinar saat memperkuat Arsenal dan berhasil memenangi Liga Inggris dan Piala FA selama di bawah asuhan Arsene Wenger.
• Man City vs Real Madrid - Diwasiti Pengacara, Los Blancos Bisa Hoki?
• Manchester City Vs Real Madrid - Saatnya Gabriel Jesus Unjuk Gigi
• Datang Menangis, Pergi Menangis, Giacomo Bonaventura Pamitan pada AC Milan
Tapi, setelah tiba di Santiago Bernabeu, Anelka harus berjuang untuk beradaptasi dengan rekan satu tim barunya.
Berbicara dalam film dokumenter Netflix yang berjudul 'Anelka: Misunderstood', pria berpaspor Prancis itu mengingat bagaimana pengalamannya di ruang ganti saat sesi pelatihan pertamanya di Real Madrrid.
Film tersebut juga merinci merinci karier Anelka sejak memperkuat Paris Saint-Germain hingga beberapa musim di kompetisi sepak bola Inggris serta kisruh di Piala Dunia 2010.
"Setelah konferensi pers, saya pergi ke ruang ganti. Saya sampai di sana pertama, duduk, tetapi para pemain terus mendatangi saya dan berkata: "Itu tempat saya"," kata Anelka, dikutip BolaSport.com dari Daily Mail.
"Saya lalu berkata: "Oh, maaf. Bisakah saya duduk di sini?" dan kemudian pemain lain akan muncul dan berkata: "Itu tempat saya". Itu terjadi mungkin 20 kali."
Baca Juga: 21 Tahun Berkarier sebagai Pesepak Bola, Iker Casillas Umumkan Pensiun
"Saya hanya berpikir: "Apa yang saya lakukan di sini? Ini akan menjadi permusuhan". Apa yang saya alami hari itu hanyalah awal dari mimpi buruk," tutur Anelka menambahkan.
Anelka berjuang untuk tampil di atas lapangan pada tahap awal karirnya di Liga Spanyol.
Dia gagal mencetak gol dalam lima bulan pertamanya bersama Los Blancos.
"Ada begitu banyak tekanan. Saya ada di pemberitaan setiap hari. Di lapangan, segalanya tidak bagus. Saya tidak bisa memiliki kehidupan pribadi. Saya tidak bisa berbuat apa-apa," ucap sosok berusia 41 tahun ini.
"Semua yang Anda lakukan jadi bahan pembicaraan, semua yang Anda beli ada di koran pada hari berikutnya."