Liga Italia

Datang Menangis, Pergi Menangis, Giacomo Bonaventura Pamitan pada AC Milan

Agennya ketika itu, Giocondo Martorelli, mengonfirmasi bahwa Giacomo Bonaventura menangis ketika menandatangani

Tayang:
Editor: Adrian Yunus
TWITTER.COM/OPTAPAOLO
Giacomo Bonaventura. 

SRIPOKU.COM - Giacomo Bonaventura resmi berpamitan pada AC Milan. Datang dengan menangis, sang gelandang juga pergi sambil meneteskan air mata.

Giacomo Bonaventura direkrut AC Milan pada jam-jam terakhir bursa transfer musim panas 2014.

Agennya ketika itu, Giocondo Martorelli, mengonfirmasi bahwa Giacomo Bonaventura menangis ketika menandatangani kontrak.

"Dia menangis waktu membubuhkan tanda tangan karena transfer ini adalah realisasi dari mimpi terbesarnya," kata sang agen seperti dikutip Bolasport.com dari Tuttomercatoweb.

Pemain AC Milan Tak Maksimal, Siap-siap Nyawa Melayang di Tangan Zlatan Ibrahimovic

Zlatan Ibrahimovic Pemain Pertama yang Ukir 50 Gol Lebih untuk AC Milan dan Inter Milan

Hasil Liga Italia - AC Milan Vs Atalanta Imbang, Juventus Gagal Juara Serie A Pekan Ini

Giacomo Bonaventura kemudian segera menjadi kesayangan tifosi AC Milan.

Penampilan gigih, determinasi, kedisiplinan, dan kesediaan serta kecakapannya bermain di banyak posisi langsung merebut hati Milanisti.

Dalam masa-masa sulit AC Milan ketika itu, Bonaventura mungkin menjadi satu-satunya pemain yang tidak pernah dikritik tifosi dan media.

Bonaventura menjadi pemain fundamental di AC Milan selama musim 2014-2015 dan 2015-2016.

Sayang, cedera kemudian menghantui Bonaventura pada 2016-2017 dan 2018-2019.

Kesempatan bermainnya menjadi terbatas dan akhirnya pemain kelahiran 22 Agustus 1989 ini tersingkir dari tim utama.

Pada akhir musim 2019-2020, kontraknya habis dan AC Milan tidak memperpanjangnya.

Laga pamungkas Liga Italia menghadapi Cagliari pada 1 Agustus lalu pun menjadi momen yang emosional bagi Bonaventura.

Bonaventura menangis setelah pertandingan tersebut selesai.

Ketika para pemain yang lain sudah masuk ke ruang ganti, Bonaventura sendirian masuk ke lapangan San Siro lagi.

Di tengah lapangan dia berjongkok, memegang rumput seolah sedang berpamitan pada San Siro, yang sayangnya tidak dihadiri Milanisti.

Sumber: BolaSport.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved