Lebih Dekat Dengan Djoko Tjandra

Lebih Dekat Dengan Djoko Tjandra, Buronan Kasus Bank Bali

Sosok Djoko Tjandra sempat viral di berbagai media massa dan medsos, sempat santer diberitakan satu bulan terakhir diduga sempat berada di Indonesia

Editor: Salman Rasyidin
kompas.com
Terdakwa dalam kasus cessie Bank Bali, Djoko S Tjandra, saat tuntutan pidana dibacakan jaksa penuntut umum Antazari Ashar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada 31 Juli 2008 

Di Singapura, kelompok usaha itu memiliki dua perusahaan afiliasi yaitu Sum Cheong Pte Ltd dan Sumpiles Investment of Singapore.

Di Belanda, Grup Mulia mendirikan Mulia Industrindo Finance BV.

Mengelola Grup Mulia

Setelah peran Eka Tjandranegara mulai berkurang, Djoko Tjandra mengambil alih tugas sebagai pelaksana Grup Mulia.

Tidak banyak informasi yang dapat digali dari Djoko.

Ayah empat anak yang berasal dari Pontianak, Kalimantan Barat, itu sangat jarang muncul di halaman surat kabar atau majalah.

Fotonya pun kalau boleh dikatakan, jarang sekali.

 Namanya muncul ketika kasus money politics BB mencuat pada 1990-an.

Menurut orang terdekatnya, Djoko dikenal berani melakukan suatu hal yang jarang dilakukan pengembang lain, yakni menjual sendiri ruangan gedung-gedung perkantoran.

 Pada saat pengembang lain mengambil jalan aman menggunakan jasa perusahaan semacam Procon Indah (Jones Lang Wooton), Djoko memakai perusahaan sendiri melalui PT Mulia Indoland. Ia juga tak pernah mengadakan jumpa pers atau publikasi berkaitan dengan dibukanya gedung-gedung yang dibangun Grup Mulia.

Baca juga: Djoko Tjandra Diperkirakan Tiba Pukul 22.00, Polisi Berjaga di Halim

Ketika membuat gedung, Djoko juga dikenal tidak membangun sembarangan, tidak ada yang jelek, dan sangat cepat.

"Dulu (tahun 1970-an), kalau mau ke tempat saya, Djoko itu hanya pakai taksi. " kata Sudwikatmono.

"Dia itu pintar ngomong, pintar meyakinkan orang. Dia bagus berbahasa Inggris. Ia pun berhasil membangun relasi baik dengan beberapa bank. Dia juga mempunyai pendekatan yang bagus dengan orang pemerintah. Keberhasilan itu memang hokidia," sambungnya.

Setelah dipegang Djoko, bisnis Grup Mulia boleh dibilang tumbuh pesat, terutama di sektor properti.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved