Lebih Dekat Dengan Djoko Tjandra

Lebih Dekat Dengan Djoko Tjandra, Buronan Kasus Bank Bali

Sosok Djoko Tjandra sempat viral di berbagai media massa dan medsos, sempat santer diberitakan satu bulan terakhir diduga sempat berada di Indonesia

Editor: Salman Rasyidin
kompas.com
Terdakwa dalam kasus cessie Bank Bali, Djoko S Tjandra, saat tuntutan pidana dibacakan jaksa penuntut umum Antazari Ashar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada 31 Juli 2008 

SRIPOKU.COM –Sosok Djoko Tjandra –buron 11 tahun, sempat viral di berbagai media massa dan medsos,  sempat santer diberitakan satu bulan terakhir diduga sempat berada di Indonesia.

Sempat kabur ke Kuala Lumpur, jalan panjang pelarian Djoko Tjandra, terpidana kasus Bank Bali itu akhirnya berakhir pada Kamis (30/7/2020).

Kini, aparat kepolisian sedang menjemput Djoko Tjandra di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta. Saat kasusnya mencuat, Djoko Tjandra juga kerap disebut dengan "Joker".

 Sebutan ini muncul setelah adanya percakapan antara Jaksa Agung Muda Pidana Khusus saat itu, Kemas Yahya Rahman, dengan Artalyta Suryani.

 Dalam sidang, terungkap bahwa "Joker" dalam percakapan itu merujuk pada Djoko Tjandra.

Lantas, siapakah Djoko Tjandra?

Mendirikan Grup Mulia

Dilansir dari Harian Kompas, 7 Agustus 1999, Djoko Sugiarto Tjandra alias Tjan Kok Hui sebenarnya lebih identik dengan Grup Mulia.

Grup Mulia didirikan oleh Tjandra Bersaudara yakni Tjandra Kusuma (Tjan Boen Hwa), Eka Tjandranegara (Tjan Kok Hui), Gunawan Tjandra (Tjan Kok Kwang), dan Djoko S Tjandra, pada 1970-an.

Bisnis pertama yang dirintis Djoko Tjandra adalah perusahan konstruksi fondasi dan tiang pancang Jaya Sumpiles Indonesia.

Tahun 1980-an, Tjandra Bersaudara selain bermitra dengan Sudwikatmono, juga menjalin kerja sama dengan Prajogo Pangestu dan Mochtar Riyadi.

Mereka bersama-sama membesarkan Grup Mulia.

Pada 1984, Djoko Tjandra dan Eka Tjandranegara memilai usaha trading melalui PT Mulia Persada Gemilang.

Di tangan mereka, perusahaan itu terus menanjak sehingga mampu berekspansi ke berbagai sektor usaha, seperti industri glassware, properti, pembangunan dan pengelolaan gedung perkantoran, dan sebagainya.

Selain itu, Grup Mulia juga mengembangkan sayap bisnis ke mancanegara, yaitu Singapura dan Belanda.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved