Siapkah Anda Jika Bekerja Dari Rumah Diterapkan Selamanya?

Bekerja dari rumah sebenarnya bukan hal baru bagi pekerja. Namun, istilah ini kembali eksis karena banyak perusahaan yang menerapkannya untuk mencegah

Editor: Bejoroy
FokusMuria.co.id
Ilustrasi. Karena dampak positif itu, beberapa perusahaan besar pun mulai mempertimbangkan untuk mengizinkan para pegawainya untuk bekerja dari rumah untuk jangka panjang, bahkan setelah pandemi virus corona berakhir. 

SRIPOKU.COM - Istilah work from home (WFH) atau bekerja dari rumah sebenarnya bukan hal baru bagi pekerja. Namun, istilah ini kembali eksis karena banyak perusahaan yang menerapkannya untuk mencegah penularan virus Covid-19.

Meskipun awalnya banyak perusahaan ragu menerapkan WFH karena khawatir produktivitas menurun, WFH kini telah menjadi cara kerja baru di era new normal.

Inilah 3 Tanda Bekerja dari Rumah Cocok untuk Kamu: Siap Menyesuaikan Diri dengan Aturan

Ramalan Bintang Rabu 22 Juli 2020: Libra akan Sangat Peduli dengan Kesehatan Teman-temannya

Jangan lupa subscribe, like dan share channel Youtube Sripokutv di bawah ini:

Menurut Chief of Transparency Officer dari TransparentBusiness, perusahaan penyedia aplikasi manajemen tenaga kerja jarak jauh yang berbasis di New York, Moe Vela, banyak perusahaan merasa lega karena penurunan produktivitas tidak terjadi. Sebaliknya, tingkat produktivitas justru meningkat dan pergantian karyawan menurun.

“Perusahaan memiliki tenaga kerja yang lebih sehat dengan tingkat ketidakhadiran lebih sedikit. Dapat menarik dan mempertahankan talenta terbaik karena inilah yang diinginkan oleh kaum milenial,” kata Vela, seperti dilansir dari Kompas.com, Selasa (21/4/2020).

Sementara itu, riset yang dirilis Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Sabtu (16/5/2020) mengungkapkan, sebanyak 78 persen karyawan mengaku tetap bisa produktif, meski bekerja dari rumah. Penelitian ini pun memprediksi kebijakan WFH akan terus diberlakukan dalam jangka panjang, terutama selama pandemi Covid-19 belum berakhir.

Diterapkan perusahaan global
Karena dampak positif itu, beberapa perusahaan besar pun mulai mempertimbangkan untuk mengizinkan para pegawainya untuk bekerja dari rumah untuk jangka panjang, bahkan setelah pandemi virus corona berakhir.

3 Tanda Bekerja dari Rumah Cocok untuk Kamu. (Qerja.com/)

Perusahaan yang cukup awal mengizinkan pekerjanya untuk melanjutkan pola kerja dari rumah adalah Twitter. Sejak Mei lalu, Twitter bakal mengizinkan karyawannya kerja dari rumah “selamanya” apabila mereka menginginkannya.

Menurut Twitter, pengalaman kerja dari rumah beberapa bulan terakhir menunjukkan bahwa kebijakan tersebut bisa diterapkan dalam jangka panjang.

"Jika pekerja kami berada dalam posisi dan situasi yang memungkinkan untuk bekerja dari rumah dan mereka menginginkan hal itu berlanjut untuk selamanya, kami akan izinkan hal itu terjadi,” jelas Vice President Twitter Jennifer Christie, dikutip dari Kompas.com, Rabu (13/5/2020).

Baru-baru ini, kebijakan yang sama juga diambil perusahaan teknologi asal Jepang, Fujitsu. Melalui program Work Life Shift, karyawan Fujitsu akan diizinkan bekerja pada jam-jam yang fleksibel, bekerja dari rumah atau dari mana pun yang memungkinkan menjadi sebuah kenormalan baru.

Bagi pekerja, kebijakan WFH permanen bisa menjadi kabar baik. Akan tetapi, perubahan pola kerja secara menyeluruh tersebut kemungkinan besar akan berpengaruh pada hal-hal lain.

Karena itulah, sebelum memutuskan bekerja dari rumah “selamanya”, ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Berikut ulasannya yang dirangkum dari cnbc.com, Rabu (27/5/2020).

Dan jangan lupa juga subscribe, like dan share channel Instagram Sriwijayapost di bawah ini:

Pastikan benar-benar ingin bekerja dari rumah
Selama bekerja dari rumah beberapa bulan terakhir, mungkin Anda merasa nyaman dan ingin pola kerja itu tetap berlanjut untuk jangka panjang.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved