Mitos atau Fakta? Oli Ditambah Aditif Bisa Tingkatkan Performa Mesin
Tak sedikit yang percaya dengan penambahan aditif pada oli bisa meningkatkan kualitas pelumas di jantung pacu.
SRIPOKU.COM, JAKARTA - Setiap pemilik mobil pasti menginginkan mesin kendaraannya tetap prima dan nyaman saat dikendarai.
Selain rutin melakukan perawatan, terkadang ada cara lain yang dilakukan oleh pemilik mobil agar dapur pacunya memiliki performa seperti yang diharapkan.
Salah satunya adalah dengan menambah “ suplemen” pada pelumasnya, yakni berupa aditif
• Saat Berusia di Atas 5 Tahun Performa Mesin Mobil Menurun, Ini Sebabnya
• Hanya Minum Campuran Air Jahe dan Jeruk Nipis Sebelum Tidur, Manfaatnya Luar Biasa Dialami Tubuh!
Jangan lupa juga subscribe, like dan share channel Youtube Sriwijayapost di bawah ini:
Tak sedikit yang percaya dengan penambahan aditif pada oli bisa meningkatkan kualitas pelumas di jantung pacu.
Dengan begitu, kinerja oli saat melumasi setiap sudut mesin bisa lebih maksimal dan mesin bisa bekerja dengan lebih baik. Tetapi, benarkah zat aditif yang dicampur pada oli bisa meningkatkan performa pelumas?
Menanggapi hal tersebut Dealer Technical Support Dept Head PT Toyota Astra Motor ( TAM) Didi Ahadi menjelaskan, penambahan aditif pada oli tidak selalu memberikan efek yang bagus pada mesin.

Ghulam Muhammad Nayazri/Otomania Periksa kondisi oli mesin dan air radiator
Sebaliknya, jika penambahan tidak sesuai justru bisa menyebabkan kerusakan pada mesin lantaran pelumas bisa menggumpal.
“Penambahan aditif pada oli sangat berbahaya, jika tidak sesuai bukan tidak mungkin akan menyebabkan oli menggumpal dan tidak bisa melakukan pelumasan dengan sempurna,” ujarnya kepada Kompas.com belum lama ini.
Dan jangan lupa juga subscribe, like dan share channel Instagram Sriwijayapost di bawah ini:
Didi menambahkan, aditif pada oli memang bisa dikatakan seperti suplemen. Tetapi, ketentuan dalam pencampurannya juga tidak bisa dilakukan secara sembarangan.
“Kalau dicampur (sendiri) bisa berbahaya. Hal ini karena aditif bisa menyebabkan kerak pada mesin, bahkan olinya bisa menggumpal,” katanya.
Menurutnya, tidak semua pelumas cocok untuk ditambahkan aditif. Sehingga bisa menimbulkan efek lain yang justru sangat berbahaya bagi mesin.
“Mungkin saja tidak cocok dengan olinya sehingga menimbulkan efek lain. Bahayanya oli tidak dapat bersirkulasi untuk melumasi komponen-komponen karena salurannya tersumbat. Ya seperti kolesterol pada manusia,” ucapnya.