Breaking News:

Berita Palembang

Bertambah 11 Ribu Miskin Baru di Palembang, Didominasi Daerah Seberang Ulu

Pemerintah Kota Palembang bahkan mencatat terjadi penambahan jumlah masyarakat miskin baru (Misbar) yang mencapai 11.661 jiwa.

Dokumen Kominfo Kota Palembang
Wakil Walikota Palembang, Fitrianti Agustinda, memberikan bantuan kepada warga yang sedang mengalami sakit beberapa hari lalu 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Pandemi Covid-19 memberikan dampak signifikan bagi masyarakat.

Pemerintah Kota Palembang bahkan mencatat terjadi penambahan jumlah masyarakat miskin baru (Misbar) yang mencapai 11.661 jiwa.

Kepala Dinas Sosial Kota Palembang Heri Aprian mengatakan, setelah dilakukan verifikasi kembali dari upgrade data ada penambahan 11 ribu.

Dari sebelumnya 82.938 kini totalnya menjadi 94.599 KK.

Inilah 8 Ciri-ciri Kanker Payudara Tahap Awal (2): Nyeri pada Payudara hingga Payudara Bengkak

 

Telapak Tangan Seorang Pelajar Putus Usai Tawuran Sepulang dari Kegiatan Mos di Sekolah

"Update data yang kita lakukan per akhir juni kemarin ditemukan paling banyak (misbar) kawasan Seberang Ulu yang kita dapat dari usulan RT dan Lurah," jelasnya, Kamis (16/7).

Dengan adanya penambahan, sudah barang tentu akan ada penambahan jumlah bantuan sosial.

Dimana Pemkot kembali memesan ribuan paket sembako yang akan disalurkan di masa penegakkan disiplin protokol kesehatan.

"Kalau penyaluran bansos tahap kedua untuk 33.269 KK sudah selesai, terhitung mulai 15 hingga 20 Juni lalu," ujarnya.

Sementara itu terpisah, Wakil Walikota Palembang, Fitrianti Agustinda mengatakan dalam penyaluran bantuan sosial di tengah pandemi ini, Pemerintah Kota Palembang tak ingin sembarang dan perlu kehati-hatian.

Aurel Hermansyah Dapat Fitnah Tak Pantas, Dilecehkan & Mantannya Dibongkar, Atta Halilintar Murka

 

Ada Pemain Naturalisasi di Piala Dunia U-20? Begini Tanggapan Indra Sjafri

"Artinya harus tepat sasaran jangan sampai salah beri. Datanya pun harus akurat, sehingga harus menuntut perencanaan yang matang mengingat ini menggunakan dana APBD," ujarnya.

Fitri mengatakan, memang pada mulanya Pemerintah Kota Palembang mengalokasikan Rp 200 miliar untuk penanganan Covid-19, kemudian diperlebar lagi alokasinya menjadi Rp 480 miliar hasil dari refocusing anggaran.

Dari jumlah tersebut, ada penambahan jumlah alokasi untuk Jaring Pengaman Sosial (JPS) dengan estimasi kebutuhan lima sampai enam bulan mencapai Rp 60 miliar.

"Kita lihat situasi, kalau nanti kita butuh lagi dengan pertimbangan kondisi Covid-19 pasti akan dikucurkan lagi secara bertahap, karena kita tidak pernah tau sampai kapan kondisi pandemi ini berakhir," jelasnya.

Kabar Baik dan Angin Segar bagi Seluruh ASN atau PNS, MenPAN-RB Tjahjo Kumolo Terbitkan Edaran Ini

 

Ada Pemain Naturalisasi di Piala Dunia U-20? Begini Tanggapan Indra Sjafri

Penulis: Rahmaliyah
Editor: Yandi Triansyah
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved