Terungkap Alasan Anjing Pelacak Berhenti di Warung Dekat Ditemukannya Mayat Editor Metro TV
Namun, dalam prosesnya, anjing pelacak justru menuju ke sebuah warung setelah mengendus pisau yang tergeletak di dekat mayat Yodi Prabowo.
SRIPOKU.COM -- Polisi masih terus mendalami kasus dugaan pembunuhan kepada editor Metro TV, Yodi Prabowo.
Sebelumnya, polisi menghadirkan anjing pelacak untuk mengendus siapa pelaku.
Namun, dalam prosesnya, anjing pelacak justru menuju ke sebuah warung setelah mengendus pisau yang tergeletak di dekat mayat Yodi Prabowo.
Hal ini lantas menjadi dasar polisi menelusuri jejak korban dan pelaku dari warung tersebut.
Menurut keterangan pemilik warung, Yodi Prabowo memang sering mampir di warungnya.
Keduanya juga saling mengenal.
Lokasi warung yang diduga kerap didatangi oleh Yodi Prabowo hanya berjarak 400 meter dari TKP.

• 45 Tambahan Covid-19, 21 Palembang, 9 OI, 6 Banyuasin, 4 Muba, 2 PALI, 1 Lahat & Muaraenim
• Rem Blong dan Nyaris Tabrak Mobil Pribadi, Truk Ini Tabrak Taman Jalan Letjen Harun Sohar Palembang
• Soal dan Jawaban SMA Cara Mempelajari Hal yang tidak Disukai, TVRI Belajar dari Rumah 17 Juli 2020
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan, hal tersebut diketahui usai kepolisian menggali sejumlah keterangan saksi.
"Dari keterangan saksi-saksi yang ada, termasuk di warung diambil keterangan bahwa memang korban sering ke situ."
"Tapi kita masih mengambil keterangan semua," kata Yusri di Polda Metro Jaya, Jakarta dikutip TribunMataram.com dari Wartakota.com.
Hal itu pun selaras dengan kepolisian yang melakukan olah tempat kejadian perkara menggunakan anjing pelacak.
Di situ, sebilah pisau dan baju korban yang diendus oleh anjing pelacak mengarah ke warung tersebut.
Yusri mengatakan, korban dan pemilik warung pun saling mengenal.
Namun demikian, ia belum bisa membeberkan apakah ada kaitan kematian Yodi Prabowo dengan petunjuk tersebut.
"Pemilik warung kenal dengan korban. Makanya ini masih didalami semuanya," jelasnya.