Ganja Dimusnahkan dengan Cara Dibakar, Dokter Spesial Penyakit Dalam: Sama Saja Menghisap Ganja
asap dari pembakaran ganja tersebut apabila terhirup oleh manusia sama bahayanya dengan menghisap ganja.
Penulis: Bayazir Al Rayhan | Editor: Refly Permana
Menghirup Asap Pembakaran Ganja Sama Bahayanya dengan Menghisap Ganja
SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Kejari Empat Lawang Kamis (16/7/2020) melaksanakan prosesi pemusnahan barang bukti narkoba dan senjata api rakitan yang sudah memiliki kekuatan hukum tetap.
Ada narkoba jenis sabu, yang dimusnahkan dengan cara diblender. Ada juga ganja, baik yang sudah siap konsumsi dan yang masih berbentuk pohon, dimusnahkan dengan cara dibakar.
Sementara senjata api rakitan, dimusnahkan dengan cara dipotong.
• 22 Batang Ganja Hingga Siap Pakai Dibakar di Halaman Kejari Empat Lawang, Pemusnahan Barang Bukti
Tampak kepulan asap dari pembakaran ganja beterbangan di halaman kantor Kejari Empat Lawang, tempat dilangsungkannya pemusnahan barang bukti.
Pemusnahan ini sendiri dihadiri pihak kejaksaan bersama Pemkab Empat Lawang, yang beberapa di antara mereka terlihat menutup hidung ketika api membakar ganja yang sudah diletakkan di dalam drum.

Menanggapi pemusnahan ganja dengan cara dibakar ini, dr. Zulkhair Ali selaku dokter spesialis penyakit dalam RSMH Palembang mengatakan asap dari pembakaran ganja tersebut apabila terhirup oleh manusia sama bahayanya dengan menghisap ganja.
"Ya kalau terhirup oleh manusia asap pembakaran tersebut sama bahayanya dengan menghisap ganja seperti biasa," kata pria yang juga menjabat sebagai Ketua IDI Palembang ini, saat diwawancarai via telepon, Kamis (16/7/2020).
Akan tetapi, dikatakannya, biasanya Badan Narkotika Nasional (BNN) sudah mengerti mengenai batasan-batasan pembakaran barang bukti tersebut.
• Ciptakan Agen-Agen Perubahan, Kemendikbud Buat Program Guru Penggerak, Begini Caranya Bergabung
"Biasanya dari BNN sudah mengerti batasan-batasan pembakarannya, diatur jaraknya sebelum dibakar agar tidak sampai terhirup," lanjutnya.
Ketika ditanyakan mengenai radius asap yang ditimbulkan dari pembakaran tersebut, dokter spesialis penyakit dalam ini tidak terlalu mengetahui hal tersebut.
"Untuk radius saya tidak telalu mengerti, kalau dibakar apinya cukup tinggi ya jauh dari pelaksanaannya.
Sepengetahuan saya jika terhirup sama bahayanya seperti menghisap ganja," kata dr Zulkhair.