Breaking News:

Sulasih Dapat Perlakuan Kasar Majikannya di Arab, Kepala Dibenturkan dan Tangan Ada Bekas Disetrika

Perempuan asal Karanganyar, Jawa Tengah itu diduga menjadi korban penyiksaan, menurut kepastian dari Konsulat Jendral Indonesia di Jeddah.

NET
Ilustrasi kekerasan terhadap perempuan. 

SRIPOKU.COM - Seorang pekerja migran asal IndonesiaSulasih, saat ini tengah dirawat di rumah sakit di Arab Saudi.

Perempuan asal Karanganyar, Jawa Tengah itu diduga menjadi korban penyiksaan, menurut kepastian dari Konsulat Jendral Indonesia di Jeddah.

Ia berada dalam kondisi tidak sadarkan diri di rumah sakit di Jeddah.

Danlanal Palembang Pamit, Herman Deru Berikan Apresiasi Selama Bertugas

Kabar bahwa Sulasih dirawat di rumah di Saudi diketahui dari anaknya, Anggi, yang telah meminta bantuan KJRI di Jeddah dan Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) di kota tersebut.

"Berdasarkan keterangan Anggi, kondisi Sulasih penuh dengan luka, kepala sepertinya dibenturkan dengan benda keras, telinga bengkak, dan kedua tanganya ada bekas strika," kata Roland Kamal dari SBMI Jeddah.

Anggi, menurut SBMI, meminta KJRI Jeddah memberikan perlindungan agar ibunya mendapatkan perawatan dan bisa dipulangkan setelah hak-haknya sebagai korban dipenuhi.

Suib Darwanto, ketua SBMI Jeddah, mengatakan pejabat KJRI, Muhammad Yusuf, membenarkan kasus ini dan KJRI sudah mengambil langkah agar Sulasih mendapatkan perawatan di rumah sakit.

Inilah 6 Zodiak Sering Menuntut Kasih Sayang dari Orang Lain: Libra, Taurus, Pisces hingga Cancer

Sementara itu Roland Kamal mengatakan Sulasih masuk ke Arab Saudi bukan sebagai tenaga kerja namun dengan visa ziarah dan berangkat pada November tahun lalu.

"Kerja baru dua bulan sudah dapat perlakuan tidak enak dari majikan wanita, di waktu itu ibu Sulasih masih pegang telepon seluler, selang satu bulan sudah hilang kontak dengan keluarga, dan baru menghubungi keluarga lebaran hari pertama.

Itu pun didampingi majikan perempuannya dan waktu dibatasi, sampai ada kabar ini," kata Roland mengutip informasi dari Anggi, putra Sulasih.

SBMI mengatakan jika memang Sulasih masuk dengan visa ziarah, maka ini adalah pelanggaran, dan pelakunya harus bertanggung jawab.

Sejak 2011, pemerintah Indonesia telah menghentikan pengiriman tenaga kerja migran, namun masih ada pekerja migran yang masuk dengan sejumlah cara.

Pasca Bikin Pengakuan Dosa Konsumsi Narkoba,15 Anggota Polres Lubuklinggau Berangkat ke Polda Sumsel

Dalam undang-undang tentang tindakan pemberantasan perdagangan orang disebutkan pelaku tindak pidana ini bisa dihukum penjara maksimal 15 tahun penjara serta denda Rp600 juta.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pekerja Indonesia Tak Sadarkan Diri di Arab Saudi, Diduga Disiksa"

Editor: Refly Permana
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved