Pedagang Pasar Palimo Keberatan Dicap Penyebab Macet, Klaim Disebabkan Resto, CCTV LRT Dibawa-bawa

Mereka menilai restoran itu dibangun diduga tidak memiliki izin amdal dan menjadi penyebab kemacetan jalanan.

Penulis: Bayazir Al Rayhan | Editor: Refly Permana
sripoku.com/rere
Masa aksi demo yang dilakukan oleh Gencar Sumsel dan sejumlah pedagang Pasa Palimo di depan salah satu restoran di dekat kawasan pasar tersebut. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Puluhan warga Palembang yang terdiri dari Gerakan Cinta Rakyat (Gencar) Sumsel beserta para pedagang Pasar Palimo melakukan aksi menuntut salah satu restoran yang berada di dekat Pasar Palimo untuk sementara ditutup.

Mereka menilai restoran itu dibangun diduga tidak memiliki izin amdal dan menjadi penyebab kemacetan jalanan.

Aksi yang dilakukan sekira pukul 11.30 WIB ini dijaga ketat aparat kepolisian dan Satpol PP Kota Palembang.

Apakah Boleh atau Tidak Simpan Ponsel dan Powerbank di Bagasi Motor?

Dari pantauan dilokasi, puluhan ibu-ibu yang mengaku pedagang Pasar Palimo sangat  antusias mengikuti aksi tersebut.

Ditengarai, hal ini disebabkan mengingat pedagang Pasar Palimo yang berjualan di lokasi parkiran pasar sudah tidak diperbolehkan lagi berjualan karena dianggap menjadi salah satu penyebab kemacetan di pasar tersebut.

Ketua Gencar Sumsel, Carma, sangat menyayangkan tindakan Pemerintah kota Palembang yang melakukan penertiban terhadap pedagang pasar beberapa waktu lalu.

Menurutnya, kemacetan bukanlah berasal dari para pedagang yang berjualan di lokasi parkir tersebut melainkan restoran tersebut yang diduga tidak memiliki izin amdal.

Apakah Boleh atau Tidak Simpan Ponsel dan Powerbank di Bagasi Motor?

"Ketika analisa dari pantauan CCTV LRT dan tempat lainnya dan sudah disebar di media sosial bahwa penyebab kemacetan di sini yang utama bukanlah para pedagang, tapi resto ini juga penyebabnya yang jelas-jelas tidak ada izin dan amdal lalu lintas," kata Carma, Selasa (14/7/2020).

Pihaknya juga meminta jika memang tidak memiliki izin agar kiranya ditutup sementara sambil ada izin amdal.

"Ya kami minta ditutup sementara sambilan mengecek izin amdal, jangan sampai tidak ada izin tetap berjalan," kata Carma.

Terlebih lagi saat sekolah mulai aktif lagi tentunya para pengguna kendaraan semakin padat dan membuat kemacetan.

Dikatakannya, sebelum melakukan aksi ini masa aksi sudah mendatangi kantor Satpol PP untuk menyampaikan aspirasinya menegakkan keadilan.

Dilaporkan Ancam Seorang Warga Pakai Senpi,Pria Ini Buktikan tak Bersalah, Nama Baik Tercemar

Setelah melakukan aksi yang cukup lama, barulah perwakilan pengelola restoran tersebut datang dan mendengarkan aspirasinya tersebut.

"Baiklah nanti akan kami sampaikan terlebih dahulu kepada manajemen kami," singkatnya.

Sementara itu, Kasatpol PP Kota Palembang GA Putra Jaya mengatakan aspirasi dari para pedagang ini akan diterima dan akan ditindak lanjuti.

"Ya kita terima aspirasi dari mereka dan tentunya akan kita tindak lanjuti mengenai izin amdal lalu lintas termasuk perizinan lainnya. Ya kalau memang nantinya tidak ada izin ya sesuai SOP akan kita tutup," kata GA Putra Jaya.

Masih dikatakannya, kedepan pihak Satpol PP akan melakukan koordinasi dengan pihak-pihak yang membuat izin mengenai bangunan tersebut.

"Harapannya kedepan tidak ada kendala dan tetap berjalan seperti semestinya," kata GA Putra Jaya.

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved