Studi: Wanita yang Melahirkan Prematur Berisiko Terkena Penyakit Jantung Koroner

Satu studi menemukan, wanita yang melahirkan secara prematur memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit jantung koroner.

Tayang:
Editor: Bejoroy
http://google.co.id/
Ilustrasi - Jika usia kandungan sang ibu belum mencapai 37 minggu, artinya ia melahirkan bayi secara prematur. Menurut penelitian terbaru, kelahiran prematur bisa berdampak negatif bagi bayi maupun ibu. 

SRIPOKU.COM - Seorang ibu yang melahirkan secara normal umumnya telah memiliki usia kandungan 9 bulan 10 hari, atau 37 minggu.

Jika usia kandungan sang ibu belum mencapai 37 minggu, artinya ia melahirkan bayi secara prematur. Menurut penelitian terbaru, kelahiran prematur bisa berdampak negatif bagi bayi maupun ibu.

Lahir Prematur, Begini Kondisi Bayi Kembar Tiga Satu Hari Pasca Persalinan di RSMH Palembang

Ramalan Bintang Karier Senin 13 Juli 2020: Cancer Berada dalam Posisi yang Sangat Baik Hari Ini

Jangan lupa subscribe, like dan share channel Youtube Sripokutv di bawah ini:

Satu studi menemukan, wanita yang melahirkan secara prematur memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit jantung koroner.

Dan, risiko jantung koroner pada ibu bisa bertahan selama beberapa dekade.

Dalam studi tersebut, para peneliti meninjau lebih dari 2,1 juta angka kelahiran di Swedia dari tahun 1973 hingga 2015.

Mereka menemukan 49.955 diagnosis penyakit jantung koroner di antara para ibu.

Dalam waktu 10 tahun pertama pasca melahirkan, wanita yang melahirkan sebelum usia kandungan memasuki 37 minggu memiliki risiko penyakit jantung hampir dua setengah kali lipat dibandingkan mereka yang melahirkan pada usia kandungan 39-41 minggu.

Dan jangan lupa juga subscribe, like dan share channel Instagram Sriwijayapost di bawah ini:

Bahkan, wanita yang melahirkan di usia kandungan 37-38 minggu memiliki peningkatan risiko penyakit jantung 47 persen, dan semakin awal persalinan, semakin tinggi pula risikot tersebut.

Studi ini diterbitkan ke dalam Journal of American College of Cardiology.

Disesuaikan dengan usia sang ibu, peningkatan risiko bertahan selama 43 tahun pasca kelahiran.

Sebuah sub-analisis pada lebih dari satu juta wanita yang melahirkan di waktu berbeda menunjukkan, kaitan antara kelahiran prematur dan risiko penyakit jantung hampir tidak disebabkan oleh faktor genetik atau lingkungan.

ilustrasi
https://covid19.go.id/p/berita/infografis-covid-19-10-juli-2020

Kelahiran prematur sendiri tetap merupakan faktor risiko independen yang kuat.

"Persalinan prematur sekarang harus diakui sebagai faktor risiko penyakit jantung pada wanita," kata penulis utama studi, Dr. Casey Crump, profesor kedokteran keluarga di Mount Sinai Hospital.

"Dan wanita dengan riwayat persalinan prematur akan membutuhkan penanganan lebih awal untuk mengurangi faktor risiko lainnya." (www.nytimes.com)

Penulis: Gading Perkasa

Berita Ini Sudah Diterbitkan di Situs https://lifestyle.kompas.com/ dengan Judul:
Studi: Ibu yang Melahirkan Prematur Berisiko Terkena Penyakit Jantung

Jangan lupa Like fanspage Facebook Sriwijaya Post di bawah ini:

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved