Cara Gunakan Masker yang Benar agar Terhindar dari Covid-19, Jangan Diletakan di Dagu
Setelah itu, masker yang dilepas harus tetap dijaga bagian dalamnya supaya tidak tercemar penyakit.
SRIPOKU.COM-Penularan Covid-19 secara nasional makin meningkat dan mengkhawatirkan.
Maka itulah, pihak Gugus Tugas Covid-19 mengeluarkan pesan penting terutama penggunaan masker.
Sebab kunci pemakaian masker adalah hal paling penting untuk menangkal agar tidak terinfeksi Covid-19.
Seperti diketahui, penggunaan masker untuk mengurangi dampak penularan Covid-19 harus dilakukan secara benar.
Memakai masker di dagu justru dapat mencemari bagian dalam masker dengan penyakit yang mungkin menempel di dagu.
Sementara itu, penambahan kasus positif Covid-19 yang dicatat pemerintah pada Minggu (12/7/2020),
sebanyak 1.681 kasus dalam sehari.
Penambahan tersebut mengakibatkan akumulasi kasus positif mencapai 75.699 kasus sejak diumumkan pertama kali pada 2 Maret lalu.
Berikut berita terpopuler di Kompas.com, selengkapnya:
1. Pakai masker dengan benar,
bukan di dagu Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto mengatakan, jika terpaksa melepas masker seperti saat makan atau berbicara pada suatu forum, sebaiknya masker benar-benar dilepas.
Setelah itu, masker yang dilepas harus tetap dijaga bagian dalamnya supaya tidak tercemar penyakit.
"Kalau memang terpaksa harus melepas masker, lepas."
"Jangan disangkutkan di dagu karena droplet kita atau kuman penyakit yang ada di luar yang mungkin nempel di dagu akan pindah ke bagian dalam dari masker kita," kata Yuri di Graha BNPB Jakarta, Minggu (12/7/2020).
Ia pun menyarankan agar masyarakat menggunakan masker yang nyaman digunakan dalam waktu lama.
Masker yang nyaman, kata Yuri, yang memberikan cukup ruang antara masker dengan lubang hidung sehingga tak mengganggu pernapasan.
2. Penambahan kasus Covid-19
Di samping penambahan kasus baru, pada periode yang sama didapati 919 pasien sembuh setelah dua kali dinyatakan negatif.
Dengan demikian, total ada 35.638 pasien Covid-19 yang dinyatakan sembuh.
Namun, Yuri juga menyampaikan adanya penambahan 71 pasien yang dinyatakan meninggal dunia berdasarkan data yang sama.
Total pasien Covid-19 yang meninggal dunia di Indonesia hingga hari ini tercatat 3.606 orang.
Kasus Covid-19
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona Achmad Yurianto menyampaikan informasi terbaru mengenai jumlah kasus dan data pasien Covid-19.
Menurut Yurianto, masih terjadi penularan virus corona yang menyebabkan kasus Covid-19 terus bertambah hingga hari ini, Minggu (12/7/2020).
Pernyataan ini disampaikan Yurianto dalam konferensi pers dari Graha BNPB pada Minggu sore.
Data pemerintah yang masuk hingga Minggu pukul 12.00 WIB menunjukkan, terdapat 1.681 kasus baru Covid-19 dalam 24 jam terakhir.
Penambahan kasus baru itu menyebabkan kini ada 75.699 kasus Covid-19 di Indonesia, terhitung sejak diumumkannya pasien pertama oleh Presiden Joko Widodo pada 2 Maret 2020.
"Kita dapatkan penambahan 1.681 orang sehingga totalnya menjadi 75.699 orang," ujar Achmad Yurianto.
Data pasien sembuh dan meninggal Dalam periode yang sama, ada penambahan 919 pasien Covid-19 yang sembuh.
Para pasien itu dinyatakan sembuh setelah diperiksa dengan metode polymerase chain reaction (PCR) dan memperlihatkan hasil negatif virus corona.
Dengan demikian, total ada 35.638 pasien Covid-19 yang kini tak lagi terinfeksi virus corona.
Namun, Yurianto juga menyampaikan kabar duka dengan penambahan pasien Covid-19 yang tutup usia.
Ada 71 pasien Covid-19 yang meninggal dunia dalam periode 11-12 Juli 2020 Total pasien Covid-19 yang meninggal dunia di Indonesia hingga hari ini tercatat 3.606 orang.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "UPDATE 12 Juli: Kasus Covid-19 Bertambah 1.681, Totalnya Jadi 75.699", https://nasional.kompas.com/read/2020/07/12/15410241/update-12-juli-kasus-covid-19-bertambah-1681-totalnya-jadi-75699.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/juru-bicara-pemerintah-untuk-penanganan-covid-19-achmad-yurianto.jpg)