News Video Sripo
Video : Tekuni Bisnis Penjualan Microgreens di Masa Pandemi Covid-19
Banyak cara bisa dilakukan untuk mengisi masa pensiun terlebih di masa pandemi Covid-19. Seperti yang dilakukan Lidwina Ninik, pensiunan dosen Ilmu Bu
Penulis: Jati Purwanti | Editor: Rahmad Zilhakim
SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Banyak cara bisa dilakukan untuk mengisi masa pensiun terlebih di masa pandemi Covid-19. Seperti yang dilakukan Lidwina Ninik, pensiunan dosen Ilmu Budidaya Tanaman (agronomi) Universitas Sriwijaya ini memilih membudidayakan microgreens atau sayuran mini.
Selada, pakcoy, kailan, bayam, kangkung sampai bunga matahari pun dapat dibudidayakan menjadi microgreens. Sayuran mungil ini pun bisa dipanen di usia 7-21 hari dan tak membutuhkan banyak perawatan. Potensi gagal pembudidayaan microgreen pun sangat kecil atau hanya tergantung pada kualitas benih.
Microgreens ini pun dapat dijadikan garnish, campuran jus, tambahan sayuran pada burger, salad maupun trancam atau urap mentah.
• Seorang Warga Melahirkan di Depan Rumah Bidan, Izin Praktek si Bidan Dicabut, Berikut Kronologinya!
"Saya mulai pensiun pada Maret lalu dan tidak ada aktivitas di luar rumah. Jadilah saya memilih bertani di rumah. Awalnya karena saya suka bercocok tanam," kata Ninik dijumpai di rumahnya di Jl Musi 7 Komplek Way Hitam Pakjo, Minggu (12/7/2020).
Sebetulnya microgreen ini sudah lama dikembangkan di luar negeri namun baru digemari di Indonesia dua tahun terakhir.
• Ibadah Nomor Satu, Deretan Artis Ini Kepergok Tetap Solat Disela Kerja, No Terakhir Kini Kaya Raya
"Sekarang ngetren lagi karena selain pandemi juga banyak yang mulai sadar untuk menekuni bercocok tanam, meskipun di rumah saja," tambah Ninik.
Ninik kini pun telah mengembangkan starter kit paket microgreens dengan merek Sayur Belia hasil budidaya di rumahnya
sebagai salah satu produk yang bisa dibeli masyarakat yang memiliki minat di bidang urban farming.
Adapun harga paket microgreen Sayur Belia ini dibanderol dengan Rp80 ribu. Di dalam paket tersebut berisi empat buah nampan (tray) sebagai tempat menanam, lima tanam yang bisa dipilih, media tanam serbuk sabut kelapa (cocopeat) dan serat mineral ringan (rockwool).
• Mengaku Cinta, Oknum Guru Ini Cabuli Muridnya di Rumah Kosong, Mengajar Tari Kuda Lumping
"Awalnya microgreens ini untuk konsumsi sendiri dan dibagikan ke tetangga. Saya dibantu mahasiswa saya untuk pemasaran produk di media sosial dengan akun @sayurbelia ," jelas perempuan 65 tahun ini.
Peminat microgreen Ninik pun sudah dibeli konsumen dari kota Palembang saja namun juga konsumen asal Jakarta dan Surabaya.
"Lumayan banyak yang beli karena enggak sulit dibudidayakan. Semua orang bisa," terang Ninik.
Dalam paket microgreens yang dijualnya Ninik memberikan panduan proses pembudidayaan. Penanaman sayur mungil ini bisa dilakukan dalam rumah atau dekat jendela yang tidak banyak terpapar matahari dengan tempat tanam bibit relatif kecil, dan tidak menggunakan pupuk kimia.
• Download (Unduh) MP3 Lagu Irene & Seulgi Red Velvet - Monster, Puncaki Top Album iTunes di 45 Negara
"Kalau saya pakai bubuk sabut kelapa (cocopeat) dan rockwool (serat mineral ringan). Saat penanaman perhatikan sinar matahari, karna permasalahan sering terjadi, tanaman juga jangan kekurangan cahaya karena sayuran bisa berwarna pucat," kata Ninik.
Selain itu, sayuran pun jangan sampai terkena air hujan langsung. Untuk pemanenan cukup menggunakan gunting dengan meninggalkan bagian bawah tanaman.
"Catatannya, saat mulai menaman bibit, sebaiknya usai benih disemai, wadah penamanan ditutup kain dan tidak perlu dilakukan penyiraman lagi karena media tanam (rockwool) sudah lembab. Kalau menanam di cocopeat sesekali disemprot air tidak masalah, yang penting rawat jangan sampai layu dan mati hingga siap panen," terang dia.
• Kapolda Sumsel Sebut Satgas Temukan Warga Membakar Lahan tapi Ditinggal, Api Langsung Dipadamkan