Virus Corona di Sumsel

Buya Menjawab: Boleh Sholat Jumat dan Corona Berakhir saat Bintang Tsurayya Terbit Pekan Kedua Juni

"Jika Bintang (Najm) naik, maka diangkatlah penyakit/virus dari penduduk seluruh negeri” (HR. at-Thabrani)

Editor: Hendra Kusuma
Sriwijaya Post
Buya Menjawab: Boleh Sholat Jumat dan Corona Berakhir saat Bintang Tsurayya Terbit Pekan Kedua Juni 

"Siapa yg meninggalkan sholat Jum'at tiga kali berturut turut dengan perasaan remeh, Allah akan jadikan kebiasaan itu berada dalam hatinya." (HR. Lima Imam Hadits)

Selanjutnya, apakah ketika wabah masih terpapar tinggi pada wilayah yang tidak terkendali (zona merah), masih dibolehkan tidak melaksanakan sholat Jumat, diganti dengan sholat zuhur karena masih ada Uzur Syar’i?

"Sejak 3 Juni 2020 Kementerian Agama Kota Palembang mewakili Walikota Palembang di Masjid Agung mengumumkan dalam pidatonya Walikota sudah mengizinkan seluruh masjid di Kota Palembang untuk melaksanakan sholat Jumat dan pengajian dengan tetap memperhatkan protokol kesehatan. Artinya sudah tidak ada lagi uzur syar’i," ujarnya.

"Bagi masjid yang sampai sekarang belum membuka untuk melaksanakan sholat Jumat termasuk dalam kelompok orang-orang yang melalaikan sholat Jum’at dengan menganggap remeh tentu akan memperoleh sanksi dari Allah SWT Sebagaimana hadits-hadits di atas:

KAPAN BERAKHIRNYA WABAH COVID-19

Baginda Rosulillah Muhammad SAW bersabda:

"Jika Bintang (Najm) naik, maka diangkatlah penyakit/virus dari penduduk seluruh negeri” (HR. at-Thabrani)

“Jika Bintang (Najm) terbit pada pagi hari, maka diangkatlah penyakit/virus dari penduduk seluruh negeri” (HR. Abu Daud)

“Tidaklah terbit Bintang (Najm), sementara di bumi tengah dilanda penyakit/virus, melainkan (penyakit/virus) itu diangkat” (HR. Ahmad)

Al-Hafidz Ibnu Hajar al-‘Asqalani dalam kitab

“Badzl al-Ma’un” nya menyatakan (Hal. 369): "Wabah (Tho'un) pada masa lalu, terjadi pada Musim Semi, setelah berakhirnya Musim Dingin. Wabah berakhir di permulaan Musim Panas".

Perhitungannya seperti ini:

* Penyakit/Virus hilang saat Bintang (Najm) terbit di waktu pagi.
* Waktu pagi yang dimaksud adalah waktu Fajar.
* Najm (نجم) yang di maksud adalah Bintang Tsurayya (الثريا)
* Pada periode 12 Mei – 6 Juni, Matahari berada di Buruj Tsaur (zodiak Taurus) dan Buruj jawza’ (zodiak Gemini), di Manzilah (posisi) Bintang Tsurayya. Namun, yang muncul pada pagi harinya adalah bintang Syarthin (Alnath) pada tanggal 12 Mei dan Bathin (Allothaim) pada tanggal 25 Mei.

* Tanggal 7 Juni, Matahari berada di Buruj Jawza’ (Gemini), di Manzilah (posisi) Bintang Huq’ah (Alchatay). Pada waktu Fajar, bintang yang terbit (Thali'/Ascendant) adalah Bintang Tsurayya (Alchaomazon)

* Kemunculan Tsurayya pada waktu Fajar ini sekaligus menandakan masuknya Musim Panas (الصيف) dan berakhirnya Musim Semi (الربيع)

Halaman
123
Sumber: Sriwijaya Post
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved