Berita OKI

Polres OKI Bolehkan Acara Keramaian Pernikahan Tapi Jika Dibarengi Joget Dangdutan akan Dibubarkan

"Ya mulai sekarang bagi warga yang hendak membuat acara keramaian seperti pernikahan, pengajian dan sebagainya sudah diperbolehkan,...

SRIPOKU.COM/Nando Zein
Kapolres OKI AKBP Alamsyah Palupessy SH SIK 

SRIPOKU.COM, KAYUAGUNG - Sebelumnya Kapolri Jenderal Idham Adzis telah mencabut Maklumat terkait larangan kerumunan yang bertujuan pencegahan penularan Covid-19.

Ketentuan itu sebelumnya tercantum dalam Maklumat Nomor: MAK/2/III/2020 tanggal 19 Maret 2020 tentang Kepatuhan Terhadap Kebijakan Pemerintah Dalam Penanganan Penyebaran Virus Corona (Covid-19).

Menanggapi hal tersebut Kapolres Ogan Komering Ilir AKBP Alamsyah Palupessy mengatakan telah memperoleh informasi mengenai pencabutan maklumat tersebut.

"Iya benar kamarin Polri mengeluarkan surat telegram no STR/364/VI/OPS.2./2020 tanggal 25 Juni 2020 tentang perintah kepada jajaran mengenai pencabutan maklumat kapolri dan upaya mendukung kebijakan adaptasi baru atau new normal," ucapnya saat dikonfirmasi, Selasa (30/6/2020).

Ditegaskan AKBP Alamsyah, kerumunan yang dimaksud yaitu tetap mematuhi protokol kesehatan, dan harus menjalankan imbauan pemerintah.

"Ya mulai sekarang bagi warga yang hendak membuat acara keramaian seperti pernikahan, pengajian dan sebagainya sudah diperbolehkan, namun sebelumnya harus mendapatkan izin dari pihak kepolisian setempat,"

Kisah Saudara Kembar di Lubuklinggau Gagal Masuk Sekolah Karena Orangtua tak Bisa Bayar Administrasi

Ada Polemik Pemesan Buku di Sekolah-sekolah, Begini Respon Dinas Pendidikan Kota Palembang

Banyak Yang Tak Patuhi Protokol Kesehatan Palembang Kembali Masuki Zona Merah Covid-19

"Disamping itu juga protokol kesehatan harus tetap dijalankan, seperti memakai masker, menyediakan tempat cuci tangan, hingga menjaga jarak," ujarnya.

"Kalau ketahuan dalam acara masih tetap diadakan acara musik seperti dangdutan, orgen atau sebagainya, saya akan bertindak tegas dengan membubarkan acara tersebut,"

"Karena kalau hanya resepsi masih dapat dipastikan mengikuti protokol Covid-19, tetapi jika acara joget - joget tidak mungkin bisa menjaga jarak," tegas Kapolres.

Pihak kepolisian kedepan akan segera membuat pedoman aturan penyelenggaraan acara, agar sesuai dengan protokoler Covid-19.

"Kemungkinan jika acara pernikahan yang sebelumnya tamu undangan mengumpul dalam satu waktu, kedepan bisa kita buat per shift (secara gantian-red) karena maksimal dalam satu acara 50 orang,"

"Namun untuk teknis acara kerumunan itu masih akan kita kaji, dan setelah itu baru kisebarkan," tutupnya.

Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved