Breaking News:

Berita Muaraenim

38 Paket Proyek di Muaraenim Sumsel Dibatalkan karena Refocusing Anggaran untuk Penanganan Covid-19

Sebanyak 38 paket proyek di Kabupaten Muaraenin Sumsel dibatalkan akibat dari refocusing anggaran untuk penanganan wabah Covid-19.

SRIPOKU.COM/Ardani Zuhri
Ir H Mat Kasrun, Plt Kepala Bappeda Muaraenim 

SRIPOKU.COM, MUARAENIM - Dampak Covid-19, dirasakan hampir di semua lini. Tidak terkecuali juga dirasakan oleh Pemkab Muaraenim, sehingga sedikitnya sebanyak 38 paket proyek dibatalkan akibat dari refocusing anggaran untuk penanganan  wabah Covid-19.

"Saya kurang tahu nilainya, tetapi pasti cukup besar sebab ada sekitar 38 paket proyek," kata Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Sekretariat Daerah atau Sekda Kabupaten Muaraenim Sonny Prihartono, Kamis (25/6/2020).

Menurut Sonny, bahwa ada 38 paket proyek yang dibatalkan karena adanya refocusing anggaran. Sebagian besar proyeknya bersifat kegiatan ceremonial dan mengumpulkan orang banyak. Proyek-proyek tersebut bukan skala prioritas dan sifatnya bisa ditunda.

Adapun untuk proyek yang sudah masuk ada 31 paket dengan nilai pagu anggaran Rp 31,3 Miliar. Dari 31 paket tersebut, 20 diantaranya sudah selesai proses tender di OPD masing- masing, sedangkan sisanya masih dalam proses LPSE sebanyak 11 paket proyek.

Masih dikatakan Sonny, untuk paket proyek dibawah Rp 200 juta, itu melalui proses pengadaan langsung di OPD masing-masing, dan jika nilai proyeknya diatas Rp 200 juta baru dilakukan oleh Pokja Pemilihan. Untuk proyek seperti dibidang kesehatan, sosial dan ekonomi lebih diprioritaskan dan tidak potong atau dibatalkan.

Plt Kepala Bappeda Muaraenim Ir H Mat Kasrun mengatakan bahwa sesuai Keputusan Mentri Bersama Mendagri dan Menkeu No : 119/177 tahun 2020, dinyatakan DAU akan dipotong atau tidak ditransfer ke daerah sebesar 35 persen atau sekitar Rp 200 Milyar jika Pemerintah Daerah tidak melakukan recofusing anggaran sebesar 50 persen untuk penanganan Covid 19.

Viral! Penangkapan Ikan Pari Raksasa 100 Kg dan 90 Kg di Desa Bailangu Induk Kecamatan Sekayu Muba

Besok Rapid dan Swab Test Gratis untuk Masyarakat Palembang di Monpera, Syarat Cukup Bawa KTP

Warga KPM PKH Banyuasin Mempertanyakan Sekaligus Menanti Pencairan Dana BLT Tahap Kedua

Dan Kabupaten Muaraenim sudah memenuhi kewajiban tersebut setelah melakukan recofusing sebanyak tiga kali.

Pemotongam 50 persen tersebut kita ambil dari belanja barang jasa dan modal, sedangkan untuk belanja pegawai tidak kita potong.

"Uang yang dipotong 50 persen tersebut tidak hilang, hanya dialihkan menjadi dana Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk penanganan Covid-19 dan masih dalam APBD," ujar Mat Kasrun yang juga menjabat sebagai Kadis Perkebunan Muaraenim ini.

Untuk anggaran Covid-19, lanjut Mat Kasrun, setelah dilakukan refocusing dana III sebesar Rp 305 Miliar yang terdiri dari untuk penangan bidang kesehatan sebesar Rp 72,3 Miliar, penanganan di bidang ekonomi sebesar Rp 16,2 Miliar dan di bidang sosial Rp 57,5 Miliar.

Untuk OPD Dinkes dan Diknas tidak ada pemotongan. Untuk proyek yang tidak skala prioritas sudah dipastikan dibatalkan setelah covid-19.

Kecuali proyek tersebut tendernya sebelumnya tender atau yang sedang dalam proses pengerjaan.

Untuk proyek fisik skala prioritas seperti pembangunan kantor desa yang benar-benar belum ada kantornya bukan rehab, kalau proyek non fisik seperti asuransi kematian, mobil ambulance dan lain-lain.(ari)

Penulis: Ardani Zuhri
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved