Breaking News:

Seleksi Bidiksiba PTBA

PTBA Anggarkan Rp 6,3 Miliar untuk Program Bidiksiba di Polinema 2020, Semua Biaya Ditanggung

PTBA kembali menggelar seleksi Bidiksiba Angkatan Ke-8 untuk masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) Politeknik Negeri Malang (Polinema).

Penulis: Ardani Zuhri | Editor: Tarso
SRIPOKU.COM/Ardani Zuhri
Puluhan siswa dari Kabupaten Muaraenim dan Lahat mengikuti Seleksi Bidiksiba memperebutkan beasiswa PTBA di Perguruan Tinggi Negeri. 

SRIPOKU.COM, MUARAENIM-Sebagai komitmen untuk meningkatkan SDM masyarakat ring I, PTBA kembali menggelar seleksi Bidiksiba Angkatan Ke-8 untuk masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) Politeknik Negeri Malang (Polinema).

Bahkan PTBA menganggarkan dana sebesar Rp 6,3 Miliar untuk program Bidiksiba tahun 2020, di SMK Bukit Asam Tanjung Enim, Sabtu (20/6).

Menurut Ketua Tim Bidiksiba, Yusril Alamsyah melalui sekretaris Syamsuir mengatakan bahwa program Bidiksiba ini merupakan progam CSR PTBA bekerja sama dengan pemerintah setempat seperti Kecamatan Lawang Kidul, Tanjung Agung, Muara Enim, Kabupaten Muaraenim serta Kecamatan Merapi Barat dan Timur Kabupaten Lahat.

Dimana, lima kecamatan tersebut adalah kecamatan yang bersentuhan langsung dengan operasional PTBA.

Dikatakan Syamsuir, seleksi akademik Polinema Malang secara online yang difasilitasi sarana milik SMK Bukit Asam Tanjung Enim ini, secara serentak di seluruh lokasi operasional PTBA seperti Ombolin, Tarahan dan Muaraenim. Dan tahun 2020 ini, PTBA memberikan kuota sebanyak 50 orang untuk di Polinema Malang. Dan itu tergantung hasil kemampuan masing-masing sesuai passing grade Polinema Malang.

Selain Polinema Malang, kita sudah menggelar seleksi untuk Polsri.

Dan bagi yang lulus seleksi, lanjut Syamsuir, nanti seluruh biaya pendidikan dan biaya hidup selama peserta mengikuti pendidikan di Malang Jawa Timur akan ditanggung oleh PTBA.

Satu Ton Benih Ikan Ditebar di Sungai Dulu Kabupaten Musirawas Menggunakan Dana Desa Tiga Desa

Tamu Hotel di Palembang Ini Justru Asyik Berenang Saat Ada Gerhana Matahari Cincin, Begini Ceritanya

Tim Dinas PU BM Empat Lawang Tinjau Lokasi Jalan Putus, Tentukan Jalan Alternatif

Namun ada syaratnya, nilai akademiknya minimal IPK 3.0. Jika tiga kali berturut IPK-nya dibawah 3.0, maka beasiswa akan di cabut dan otomatis mahasiswanya jika ingin melanjutkan harus biaya sendiri.

Untuk itu, pihaknya dalam seleksi benar-benar ketat sebab untuk mengantisipasi putus di tengah jalan terutama gara-gara nilai akademik.

Untuk program beasiswa ini CSR PTBA menyalurkan anggaran Rp 6,3 milyar. Dan sejak diluncurkannya program ini sampai dengan tahun 2019, CSR PTBA telah membiayai mahasiwa di PT sebanyak 238 orang.

Jika ditambah tahun 2020 ini sebanyak 50 orang, maka menjadi 288 orang. Sedangkan yang sudah tamat sebanyak 118 orang dan 50 persen alumninya sudah bekerja di berbagai bidang pekerjaan.

Program Bidiksiba ini, lanjut Syamsuir, sudah dimulai sejak tahun 2013 dengan bekerjasama dengan Polsri. Kemudian pada tahun 2015, melakukan kerjasama juga dengan Polinema Malang.

Sampai saat ini, PTBA masih bekerjasama dengan Polsri dan Polinema Malang. Kedepan, berencana telah menjajaki Poltekes di Jakarta dan Poltekes di Jogjakarta untuk memenuhi tenaga medis di RS BAM. Dan mudah-mudahan program itu bisa segera di realiasikan.(ari)

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved