Advetorial

Inovasi Teknologi Tepat Guna Biopori Untuk Pertanian

Indonesia merupakan daerah tropis yang memiliki dua musim dalam satu tahun yaitu musim hujan dan musim kemarau.

Tayang:
Editor: Yandi Triansyah
SMK PP Sembawa
Salah satu upaya untuk mengatasi air berlebihan dan kekurangan air dalam tanah akibat pengaruh cuaca dengan metode “biopori” 

SRIPOKU.COM, BANYUASIN -- Indonesia merupakan daerah tropis yang memiliki dua musim dalam satu tahun yaitu musim hujan dan musim kemarau.

Hal ini menyebabkan ketersedian air tanah untuk tanaman berlebihan di musim hujan dan sebaliknya pada musim kemarau ketersedian air sangat terbatas bahkan kekurangan air.
Kondisi tersebut menyebabkan terganggunya pertumbuhan tanaman dan produksi pertanian tidak optimal.

Salah satu upaya untuk mengatasi air berlebihan dan kekurangan air dalam tanah akibat pengaruh cuaca dengan metode “biopori” yang dicetuskan oleh Dr. Kamir Raziudin Brata, Peneliti dari Fakultas pertanian IPB.

Penumpang Masih Sepi, 2 Maskapai di Bandara Silampari Lubuklinggau Cancel Penerbangan Sampai 30 Juni

 

Tangkap Ikan Mabuk Warga Tebing Tinggi Beramburan Turun ke Sungai Musi

Teknologi ini dilakukan dengan caranya membuat lubang dalam 80 – 100 cm dan diameter 10 cm dekat pokok tanaman.

Selanjutnya lubang diisi dengan bahan organik atau sampah organik, yang berguna untuk meningkatkan biopori tanah dan penyerapaan air.

Manfaat lainnya proses dekomposisi sampah organik akan meningkatkan kesuburan biologi, fisik dan kimia tanah.

Penggunaan teknologi biopori sejalan dengan himbauan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi yang menyatakan penggunaan lahan kurang subur dan marjinal, harus ditingkatkan kesuburan tanah.

Tentu saja pemupukan dengan memperhatikan keberimbangan antara pupuk anorganik dan organik.

Sebab jika memberikan pupuk anorganik saja, hanya akan meningkatkan kesuburan kimia tanah semata.

Sedangkan kesuburan fisik tanah akan tetap rendah dan bahkan kesuburan biologi tanah akan tertekan.

Pemberian pupuk organik memperbaiki kesuburan biologi juga meningkatkan kemampuan tanah menyediakan air dalam tanah.

Histeris Tahu Jati Dirinya, Uya Kuya Sebut Cinta Kuya Bukan Anak Kandungnya, Kisah 16 Tahun Diungkap

 

Setengah Tahun Warisan Lina Belum Kelar, Diam-diam Sule Sudah Siapkan Harta tak terduga Buat Anaknya

Selanjutnya Ir. Mattobi,i, M.P Kepala SMK PP Negeri Sembawa, menyatakan penggunaan teknologi di biopori ditujukan untuk jenis tanaman yang peka terhadap stress air yang terjadi, seperti tanaman durian, alpokat dan rambutan, jika terjadi misim kemarau yang lamanya lebih dari 6 bulan sebagian akan mengalami kematian.

Alhamdulillah dengan teknologi biopori pertumbuhan tanaman lebih baik dan persentase kematian tanaman persentasenya jauah berkurang.

Hal ini diduga meningkatnya kesuburan tanah dan ketersedian air saat musim kemarau.

Lebih lanjut Mattobi’i menjelaskan SMK PP Negeri Sembawa telah menerapkan penggunaan bipori untuk tanaman.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved