Berita Muaraenim

Ibu Muda di Muaraenim Ini Menangis Saat Jalani Rekontruksi Pembunuhan Anak Kandungnya

Lia Natalia (19) pelaku pembunuhan anak kandung NR (3), menangis saat menjalni rekontruksi di Mapolres Muaraenim, Jumat (12/6/2020).

Penulis: Ardani Zuhri | Editor: Yandi Triansyah
SRIPOKU.COM / Ardani Zuhri
Rekonstruksi Pembunuhan : Tersangka bersama saksi dengan disaksikan Jaksa, Kuasa Hukum dan Kepolisian melakukan rekonstruksi pembunuhan ibu terhadap anak kandungnya sendiri, Jumat (12/6/2020) 

SRIPOKU.COM, MUARAENIM -- Lia Natalia (19) pelaku pembunuhan anak kandung NR (3), menangis saat menjalni rekontruksi di Mapolres Muaraenim, Jumat (12/6/2020).

Peran pelaku akhirnya digantikan dengan oleh Enawati PHL Polres Muaraenim.

Dalam rekontruksi tersebut terungkap, sebanyak 10 adegan dalam kasus pembunuhan yang melibatkan ibu muda tersebut.

Sedangkan saksi-saksi diperankan sendiri oleh Marya Furiyana, Firmansyah (suami pelaku), Andista Fedri, dan Edi Susanto.

Selain itu, dihadiri oleh Kapolsek Gunung Megang AKP Herli Setiawan SH MH, Kanit Reskrim Ipda Aisen Hower,
Penasehat Hukum Walamah SH MH mendampingi tersangka,
Jaksa Penuntut Umum Tiara Pratidhina SH MH dan Gustian Winanda SH.

Tim Supervisi Polres Muaraenim Datangi Polsek Lawang Kidul, Sosialisasi Zona Integritas Menuju WBBM

 

4 Pelaku Komplotan Pengedar Narkoba di Muarenim Berhasil Diringkus Polres Muaraenim

Dalam rekonstruksi tersebut, terungkap bahwa kejadian tersebut
terjadi pada hari Rabu tanggal 25 Maret 2020 sekira pukul 12.30 di Pance (tempat duduk) yang terletak di samping rumah saksi Marya Fitriyana di Desa Sidomulyo, Kecamatan Gunung Megang, Kabupaten Muaraenim.

Pada saat itu, tersangka Lia Natalia (19) sedang memberi makan nasi beserta lauk ikan kepada korban NR (3) di Pance.

Dimana, pelaku memegang piring dengan tangan kiri, sedangkan tangan kanannya memegang sendok dan menyuapi korban yang kebetulan berada sampingnya.

Saksi Marya Fitriyana juga sedang memberi makan nasi anaknya yang bernama Azran Agustian.

Namun korban agak susah makannya karena dikemut, dan pelaku melarangnya karena takut keselekan serta meminta korban untuk cepat makannya.

Kemudian korban mulai memukuI-mukul pelaku namun pelaku masih meminta korban untuk cepat makan.

Karena melihat tingkah laku korban yang tidak mau makan, pelaku tiba-tiba kesal dan khilaf.

Ia langsung mengambil piring yang berada di tangan sebelah kiri dengan menggunakan tangan sebelah kanan pelaku memukulkan piring tersebut ke arah korban sebanyak satu kali.

Tim Supervisi Polres Muaraenim Sosialisasikan Zona Integritas Wilayah Birokrasi Bersih Melayani

 

Tim Supervisi Polres Muaraenim Sosialisasikan Zona Integritas Wilayah Birokrasi Bersih Melayani

 

Piring tersebut mengenai bahu sebeIah kiri korban sehingga piring yang terbuat dari beling pecah.

Namun betapa kagetnya pelaku ternyata pecahan piring beling tersebut melukai bahu sebelah kirinya dan langsung mengeluarkan darah.

Halaman
12
Sumber: Sriwijaya Post
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved