Kopassus Gigit Kepala Ular, Patahkan 55 Balok dan Jalan di Api Bikin Jenderal AS Melongo dan Curiga
Namun bagi pihak asing, aksi pasukan elit dan para jenderalnya menilai sangat jarang ditemui di masak kini, sebab ilmu itu disebut sebagai 'Ilmu Hantu
SRIPOKU.COM-Aksi dan atraksi anggota Kopassus (Komando Pasukan Khusus) di Indonesia, kerap disebut menggunakan ilmu hantu dan bikin Jenderal AS melongo dan curiga.
Bahkan ada para petinggi militer di belahan negara lain termasuk Pentagon AS menyebut para anggota Kopassus menggunakan ilmu sihir.
Namun semua terbantahkan, ketika aksi anggota Kopassus gigit kepala Ular Cobra, kemudian berjalan di atas api, kebal senjata tajam bahkan mematahkan 55 balok es dalam satu menit itu, karena para anggota Kopassus rajin berlatih.
Selain itu anggota Kopassus juga rajin latihan olah pernapasan untuk mengendalikan tenaga dalam yang besar di dalam dirinya.
Tentang aksi anggota Kopassus ini terungkap dari beberapa fakta seperti dilansir dari Tribunjambi;
Lewat aksi makan beling (pecahan kaca) hingga berjalan di atas bara api, hal seperti itu dilakukan satuan elite TNI AD dengan santainya.
Berikut 13 Fakta Penting Tentang Kekuatan Kopassus

1. Kanuragan atau Bela Diri
Kemampuan berjalan di atas api, mematahkan 55 balok es dalam satu menit, mematahkan besi sudah biasa bagi masyarakat Indonesia, namun tak banyak yang menguasainya.
Sebab Rakyat Indonesia sudah paham sekali dengan atraksi itu yang menggunakan ilmu kanuragan atau kekuatan tenaga dalam itu perlu latihan khusus.
Hanya orang-orang berbakat dan tekun lah yang bisa menjalani satu dari kebudayaan di Indonesia yang sampai sekarang masih terjaga.
2. Kerap Disebut Debus
Selain itu, Kekuatan ilmu kanuragan yang diaplikasikan beberapa orang ke aksi debus sudah sering dipertunjukkan di khalayak ramai di beberapa daerah di Indonesia.
3. Menjadi Ilmu Beladiri Para Tentara Kerap Disebut Ilmu Hantu
Ilmu hantu alias ilmu sihir, demikian disebut oleh para petinggi militer AS.
Merkea tidak percaya, tetapi masyarakat di Indonesia sangat paham, sehingga tidak heran dengan aksi para Tentara Nasional Indonesia (TNI).
Bahkan satuan khususnya melalui Komando Pasukan Khusus (Kopassus), ilmu itu sering digunakan dalam atraksinya.
Namun bagi pihak asing, aksi pasukan elit dan para jenderalnya menilai sangat jarang ditemui di masak kini, sebab ilmu itu disebut sebagai 'Ilmu Hantu' atau sihir.
4. Jenderal Pentagon Curiga
Kerap disebut ilmu hantu, maka Jenderal-jenderal besar Amerika Serikat di Pentagon yang tidak percaya mencurigai aksi yang dipertunjukkan Kopassus tersebut.
Sebab mereka memamerkan ilmu kebal melawan benda tajam, memakan beling sampai melakukan hal mengerikan seperti menyantap ular hidup.

5. Pecahkan Rekor di AS Patahkan 55 Batang Es Balok
Bahkan lewat aksi kanuragan itu, seorang anggota Kopassus pernah memecahkan sebuah rekor.
Ya, aksi spektakuler dilakukan oleh anggota Kopassus satu diantara pasukan elit milik TNI AD.
Aksi yang dilakukan dua tahun lalu itu masuk rekor dunia dan mengundang decak kagum.
Adalah Dwi Andi yang saat itu berpangjat Sertu prajurit Grup 2 Kopassus Kandang Menjangan Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah berhasil mematahkan 55 balok es di Lapangan Bhirawa Yudha Grup 2 Kopassus, Senin (4/4/2016).

Aksinya tersebut dia lakukan menggunakan kepala sehingga berhasil memecahkan rekor dunia.
6. Sertu Dwi Andi Ungkap Rahasia
Sertu Dwi Andi, anggota Grup 2 Kopassus Kandang Menjangan, Kartasura, Sukoharjo melakukan atraksi spektakuler dalam waktu satu menit berhasil memecahkan 55 balok es menggunakan kepala.
Prestasi ini mendapatkan penghargaan khusus dari Museum Rekor Dunia Indonesia (Muri) sebagai aksi paling spektakuler.
Pematahan balok es rangkaian HUT ke-64 Kopassus ini berhasil diselesaikannya dalam waktu 1 menit.
"Saya latihan penuh selama empat bulan, mulai pagi, siang, dan malam," kata Sertu Dwi Andi.
Selain sebagai tantangan, Sertu Dwi Andi mengaku membutuhkan keahlian tinggi untuk bisa mematahkan balok es tersebut.

Ketepatan dalam menempatkan posisi kepala pada titik pematahan sangat diperlukan."Pernapasan dan fisik harus kuat. Kuncinya berlatih, berlatih dan berlatih," tegas dia.
Dirinya bangga usahanya tersebut mendapatkan penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI).
Prajurit yang pernah ditugaskan ke Ambon, Aceh, dan Papua itu merupakan sosok yang patuh kepada orangtuanya.
Pematahan 55 balok es dilakukan Sertu Dwi Andi menggunakan kepalanya hanya dalam satu menit.
Sebelum pematahan balok es, terlebih dahulu dibuka demo beladiri Merpati Putih yang diikuti 84 prajurit.
Kemudian dilanjut pematahan balok es oleh Sertu Dwi Andi disaksikan Senior Manager Museum Rekor Indonesia (MURI), Yusuf Ngadri.
7. Merpati Putih
Beladiri Silat Merpati Putih Andalan Kopassus dan Pasukan Elite TNI
Bela diri menjadi satu diantara kemampuan yang harus dimiliki oleh seorang anggota TNI.
Apalagi pasukan elit seperti Kopassus yang diterjukan di dalam misi-misi berbahaya.
Ketika peluru telah habis beladiri menjadi hal yang sangat penting untuk mempertahankan hidup.
Tentunya beladiri yang handal yang digunakan oleh pasukan elit seperti Kopassus.
Ternyata satu diantara beladiri yang digunakan Kopassus adalah seni beladiri asli Indonesia yakni pencak silat Merpati Putih.
Dikutip Tribunjambi.com dari berbagai sumber, Merpati Putih (MP) Adalah salah satu jenis perguruan silat yang mengajarkan seni bela diri Tangan Kosong (PPS Betako) dan juga salah satu ilmu bela diri budaya bangsa indonesia.
8. Olah Pernapasan
Merpati Putih memang lebih mengandalkan pernapasan.
Hal ini juga dilakukan Anggota Kopassus dengan pernapasan dan tenaga dalam,
Bahkan mereka pun membuktikan mampu menembak dan berkelahi dengan mata tertutup.
9. Naik Motor Mata Tertutup dan Patahkan Besi
Bahkan naik motor dengan mata ditutup keliling komplek.
Selain itu setiap prajurit mampu mematahkan besi di atas lampu neon.
Mematahkan kayu dengan uang kertas dan kemampuan lain yang tak bisa dilakukan manusia normal.
Peragaan ini sering dilakukan para prajurit Kopassus.
10. Prajurit Manca Negara Heran
Maka itulah, Banyak prajurit dari negara lain kagum dan heran akan kemampuan yang tak lazim.
Bahkan, Presiden Joko Widodo pun pernah dibikin tekagum-kagum dengan aksi beladiri Merpati Putih yang dipertunjukkan pasukan Kopassus.
Saat menghadiri Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-61 Komando Pasukan Khusus (Kopassus) di Markas Kopassus, Cijantung, Jakarta Timur, Selasa (16/4/2013) silam wajar jika Kopassus masuk pasukan elit yang diperhitungkan di dunia.
Mantan Walikota Surakarta ini juga menilai bahwa pencak silat Merpati Putih memiliki jurus-jurus yang mampu menunjukkan kekuatan di luar normal manusia, sehingga wajar ketika Kopassus dinobatkan sebagai 3 besar pasukan elit di dunia.
Tak hanya itu kemampuan ilmu tenaga dalam Merpati Putih yang dimiliki oleh anggota Kopassus juga digunakan untuk misi penyelamatan saat terjadi longsor di di Kampung Meseng, Desa Warung Menteng, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten, Bogor.
Sebanyak 24 prajurit Yon 14 Grub 1 Kopassus yang diterjunkan untuk membantu proses pencarian korban tanah longsor. Pasukan Yon 14 Grub 1 Kopassus berhasil menemukan tiga korban yang tertimbun longsor menggunakan teknik tenaga dalam Merpati Putih.
Unit Penanggulangan Bencana (Gulben) Longsor Batalyon 14 Grup 1 Kopassus yang dipimpin Lettu Inf Arief Rachman tiba di Kampung Maseng pada pukul 09.40 WIB.
Penemuan tiga korban masih satu keluarga itu berkat teknik getaran dari tenaga dalam ilmu bela diri Merpati Putih yang dilakukan oleh seorang prajurit Yon 14 Grub 1 Kopassus, Praka Pujiyono.
Praka Pujiyono berhasil mendeteksi keberadaan korban berjarak 50 meter dari titik longsor yang telah teruruk sedalam tiga meter itu.
12. Beladiri Dari Keraton
Ilmu bela diri Merpati Putih dari sejarahnya telah berkembang sekitar tahun 1550-an.
Ilmu bela diri aslil Indonesia ini telah menjadi salah satu anggota Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (IPSI) dan juga Martial Arts Federation For World Peace (MAFWP) juga tergabung dengan Persekutuan Pencak Silat Antar Bangsa (International Pencak Silat Federation).
Merpati putih (MP) dipastikan adalah seni bela diri asli warisan budaya yang merupakan peninggalan nenek moyang bangsa Indonesia.
Merpati putih seni beladiri yang dipelajari Kopassus dan membuat kagum dunia
Ilmu bela diri ini pada awalnya digunakan sebagai ilmu bela diri keluarga Keraton yang telah diwariskan secara turun-temurun kepada genarsi berikunya dan atas wasiat dari Sang Guru besar ilmu Merpati Putih memperkenankan juga menyebarluaskan dengan tujuan untuk ditumbuhkembangkan agar berguna bagi negara.
Merpati Putih merupakan seni bela diri menggunakan tenaga dalam berasal asli dari manusia sendiri, dengan teknik menggunakan olah napas.
Biasanya orang terdesak memiliki tenaga dalam yang sepontan dikeluarkan pada saat terjadi sesuatu yang tak diduga atau karena ketakutan.
Tindakan sepontan tersebut seperti melompat pagar ketika dikejar anjing dan seorang pencuri melonjat tembok yang tinggi karena takut di amuk masa.
13. Miliki Tenaga dalam Tersembunyi
Rahasia bahwa setiap manusia memiliki kekuatna tersembunyi yang dahsyat. Namun kerap tidak bisa dikendalikan.
Maka itulah, olah pernapasan salah satu untuk mengendalikan tenaga dalam yang tersembunyi dan untuk mengeluarkan nya dibutuhkan latihan.
Latihan tenaga dalam dengan olah pernafasan tersebut diajarkan oleh perguruan merpati putih.
Ilmu bela diri Merpati Putih ternyata juga dipelajari oleh militer khusus atau pasukan khusus dan juga pasukan elit Indonesia.
Ilmu bela diri ini telah mendapat kedudukan khusus di lingkungan para special force Indonesia seperti pasukan khusus Kopassus (TNI-AD), pasukan elit Marinir, pasukan elit Kopaska (TNI-AL), dan Paskhas (TNI-AU), juga Brimob (Kepolisian).
Walaupun seni bela diri ini tidak dijadikan yang utama dalam tubuh pasukan atau Tentara Nasional Indonesia tidak menjadikan ilmu bela diri asli Indonesia ini hilang peminatnya
Kopassus Gigit Kepala Ular dan Injak Bara Api, Aksi Itu Sampai Buat Jenderal AS Syok dan Curiga
Artikel ini telah tayang di Tribunjambi.com dengan judul Kopassus Gigit Kepala Ular dan Injak Bara Api, Aksi Itu Sampai Buat Jenderal AS Syok dan Curiga,