Inilah 5 Legenda dan Mitos Kuno Gerhana Matahari: seperti Matahari yang Dimakan
Salah satu legenda di Jawa dan Mahabarata mengisahkan bahwa hilangnya matahari atau bulan ini karena dimakan oleh dewa.
2. Beruang yang Memakan Bulan
Suku asli Pomo yang tinggal di utara Amerika / Native America memiliki cerita yang unik tentang penyebab gerhana bulan.
Konon ceritanya ada seekor beruang yang mulai berkelahi dengan matahari dan menggigitnya, maka terjadilah gerhana matahari.
Kemudian setelah digigit, matahari dan beruang berdamai dan tidak berkelahi lagi.
Tapi suatu saat kemudian, beruang bertemu dengan bulan dan menggigitnya juga sehingga terjadilah gerhana bulan.
Cerita ini kemungkinkan dibuat untuk menjelaskan kenapa gerhana matahari terjadi sekitar dua minggu sebelum atau sesudah gerhana bulan.
3. Matahari dan Bulan Sedang Bertengkar
Menurut dongeng dari Suku Inuit di daerah utara, Dewi Matahari, Malina, pergi setelah bertengkar dengan Dewa Bulan, Anningan.
Keduanya adalah saudara, menurut legenda, gerhana matahari terjadi ketika Anningan berhasil mengejar saudarinya yang pergi menjauh.
Sementara itu suku Batammaliba yang tinggal di Benin dan Togo juga mempercayai hal yang serupa.
Hanya saja, mereka memiliki tradisi bahwa saat terjadi gerhana, setiap manusia di Bumi harus menyelesaikan masalah satu sama lain.
Ini adalah satu-satunya cara agar matahari dan bulan tidak saling melukai.
4. Anjing yang Mencuri Matahari dan Bulan
Menurut legenda Korea, ada sebuah dunia atau dimensi yang tidak memiliki cahaya.
Raja dari dimensi tersebut mengirimkan anjing raksasanya yang bernama Bulgae untuk memburu matahari dan bulan untuk dibawa pulang ke dunianya.
Saat Bulgae berhasil menggigit matahari, terjadilah gerhana matahari.
Tapi saat yang digigit adalah bulan, maka terjadi gerhana bulan.
Hanya saja, Bulgae dan rajanya kemudian sadar bahwa matahari dan bulan terlalu panas dan dingin sehingga mereka melarikan diri kembali ke dunianya.
5. Dewa yang Sedang Marah
Bangsa Yunani Kuno menyebut dewa matahari sebagai Helios.
Dewa Helios ini lah yang dipercaya mempengaruhi pergerakan matahari di bumi.
Ketika Helios melakukan perjalanan mengendarai kereta kudanya di surga dari timur ke barat, saat itulah bumi mendapatkan cahaya.
Sedangkan di malam hari, dipercaya ia melakukan perjalanan di lautan sehingga tidak terlihat di langit.
Begitu pagi tiba ia muncul lagi dari timur.
Tidak hanya pagi dan malam saja, mereka percaya gerhana matahari juga terjadi karena Helios.
Gerhana dianggap sebagai pertanda bahwa dewa sedang marah dan akan terjadi bencana dan kehancuran di muka bumi. (Tribunstyle/Yuliana/Dhimas Yanuar)
Penulis: Yuliana Kusuma Dewi
Berita Ini Sudah Diterbitkan di Situs https://style.tribunnews.com/ dengan Judul:
5 Legenda & Mitos Kuno Gerhana Matahari
Dan jangan lupa juga subscribe, like dan share channel Instagram Sriwijayapost di bawah ini:
Jangan lupa Like fanspage Facebook Sriwijaya Post di bawah ini:
