Inilah 5 Legenda dan Mitos Kuno Gerhana Matahari: seperti Matahari yang Dimakan
Salah satu legenda di Jawa dan Mahabarata mengisahkan bahwa hilangnya matahari atau bulan ini karena dimakan oleh dewa.
SRIPOKU.COM - Fenomena Gerhana Bulan adalah peristiwa terhalanginya cahaya Matahari oleh Bumi sehingga tidak semuanya sampai ke Bulan.
Peristiwa yang merupakan salah satu akibat dinamisnya pergerakan posisi Matahari, Bumi, dan Bulan ini, hanya terjadi pada saat fase purnama dan dapat diprediksi sebelumnya. (https://www.google.co.id/)
Selain gerhana bulan, gerhana matahari juga sama menariknya untuk dibahas.
• Jangan Lewatkan, Gerhana Bulan Penumbra Dini Hari Nanti 11 Januari
• Inilah 4 Zodiak Beruntung di Bulan Juni 2020: Aries Akan Mengalami Perjalanan Sangat Menyenangkan
Jangan lupa subscribe, like dan share channel Youtube Sripokutv di bawah ini:

Berikut beberapa kisah dan legenda mitos kuno tentang hilangnya matahari yang tertutup oleh bulan dilansir dari Time and Date:
1. Matahari yang Dimakan
Beberapa budaya menjelaskan gerhana matahari atau bulan dengan kemunculan sebuah karakter atau dewa.
Salah satu legenda di Jawa dan Mahabarata sendiri juga mengisahkan bahwa hilangnya matahari atau bulan ini karena dimakan oleh dewa.
Bangsa Viking sendiri mengisahkan hilangnya matahari dan bulan dengan sepasang serigala yang mengejar matahari atau bulan.
Ketika salah satu dari serigala tersebut berhasil menangkap salah satunya, maka terjadilah gerhana.
Menurut legenda Vietnam, gerhana terjadi karena seekor katak besar memakan bulan atau matahari.
Di Tiongkok, naga dipercaya memakan matahari sehingga menyebabkan gerhana.
Menurut mitos Hindu, iblis Rahu dipenggal karena berusaha minum air suci agar bisa abadi.
Kepalanya kemudian terbang ke langit dan berusaha menelan dewa matahari.
Untuk mengusirnya, masyarakat membuat keributan dengan memukul-mukul kendi atau panci.