Ketika Perempuan Menjadi Pengusaha Mendapatkan Tantangan

Seiring kemajuan zaman, jumlah perempuan yang eksis di luar ranah domestik kian bertambah. Bahkan, kini sekitar 90 persen pelaku UMKM.

Dura Nafisah
Ilustrasi. Dulu, perempuan kerap dianggap sebelah mata. Mereka diidentikkan dengan urusan domestik rumah tangga, sehingga tak leluasa mengembangkan kehidupan lain di luar keluarga. Namun, seiring kemajuan zaman, jumlah perempuan yang eksis di luar ranah domestik kian bertambah. 

SRIPOKU.COM - Dulu, perempuan kerap dianggap sebelah mata. Mereka diidentikkan dengan urusan domestik rumah tangga, sehingga tak leluasa mengembangkan kehidupan lain di luar keluarga. 

Namun, seiring kemajuan zaman, jumlah perempuan yang eksis di luar ranah domestik kian bertambah.

Bahkan, kini sekitar 90 persen pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Indonesia didominasi perempuan.

Palembang Ladies Club, Komunitas Wanita Karir

Covid-19 Belum Hilang Virus Ebola Muncul Kembali di Kongo, Virus Apa Itu & Bagaimana Penyebarannya?

Jangan lupa juga subscribe, like dan share channel Youtube Sriwijayapost di bawah ini:

“Fenomena ini istimewa, karena perempuan secara global berkontribusi banyak dalam ekonomi. Para wanita juga merupakan indikator kemajuan ekonomi.”

Hal itu disampaikan dosen Kewirausahaan Sekolah Bisnis Manajemen (SBM) Institut Teknologi Bandung (ITB), Wawan Dewanto, belum lama ini.

Salah satu bentuk keistimewaan ini ada pada gaya kepemimpinan perempuan yang feminim.

Perempuan umumnya mengutamakan empati dan perasaan kepada manusia yang kini sedang banyak dicanangkan para pebisnis.

Namun bukan berarti, perjalanan mereka mulus.

Halaman
123
Editor: Bejoroy
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved