Virus Corona
80 Juta Anak di Dunia Terancam Karena Terganggu Covid-19
Dampak pendemi Covid-19 sungguh luar biasa di segala lapisan kehidupan tidak hanya ekonomi, bahkan mengancam puluhan juta generasi penerus.
SRIPOKU.COM -- Dampak pendemi Covid-19 sungguh luar biasa di segala lapisan kehidupan tidak hanya ekonomi, bahkan mengancam puluhan juta generasi penerus.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Badan PBB untuk masalah anak-anak (UNICEF) menyebut, kebijakan pembatasan wilayah (lockdown) akibat pandemi Covid-19 membuat nyawa 80 juta anak di dunia terancam karena program imunisasi rutin tak lagi berjalan.
PBB bersama Aliansi Vaksin Dunia, GAVI, telah memperingatkan bahwa pandemi sangat menganggu program vaksinisasi di puluhan negara.
Ini membuka jalan timbulnya penyakit-penyakit mematikan yang sebenarnya dapat dicegah dengan imunisasi rutin. "Covid-19 melemahkan layanan imunisasi, yang sebenarnya berpotensi menyelamatkan jiwa di seluruh dunia.
Puluhan juta anak, baik di negara maju dan miskin, berisiko terkena penyakit mematikan seperti difteri, campak, dan pneumonia," ujar Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus, seperti dilansir dari Science Alert, Senin (25/5/2020).
Menurutnya, meskipun dunia saat ini tengah sibuk mencari vaksin yang aman dan efektif untuk SARS-CoV-2, virus corona penyebab Covid-19, tapi vaksin untuk beragam virus yang telah lebih dulu ditemukan tetap perlu diberikan pada anak-anak.
Analisis awal menunjukkan bahwa penyediaan layanan imunisasi rutin secara substansial terhambat setidaknya di 68 negara.
"Ini kemungkinan akan mempengaruhi sekitar 80 juta anak di bawah usia satu tahun yang tinggal di negara-negara tersebut," kata Tedros.
Sementara itu, para ahli mengatakan sangat penting untuk mempertahankan program vaksinasi rutin di negara-negara miskin, karena jaringan itu pula yang nantinya digunakan untuk mendistribusikan vaksin Covid-19, jika sudah ditemukan.
Perlu Solusi Inovatif UNICEF mencatat kampanye vaksinisasi campak telah ditunda sementara di 27 negara, begitupula dengan kampanye vaksinisasi polio di 38 negara.
Direktur Eksekutif UNICEF Henrietta Fore mengatakan, banyak negara harus menangguhkan kampanye vaksinasi karena aturan menjaga jarak secara fisik.
Orangtua juga tak bisa membawa anaknya melakukan imunisasi karena adanya pembatasan wilayah.
Ilustrasi vaksin polio oral Lihat Foto Ilustrasi vaksin polio oral(Shutterstock/frank60)
Sementara beberapa pusat kesehatan tengah kewalahan karena menangani persoalan yang disebabkan virus corona baru.
Petugas kesehatan pun banyak yang dikerahkan untuk merawat pasien Covid-19.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/imunisasi.jpg)