Pengurus Masjid Dikeroyok Diduga Pasal Membangunkan Sahur, Ketua MUI Palembang: Ada Tata Caranya

Adapun dugaan penyebab terjadinya pengeroyokan lantaran pelaku merasa terganggu dengan aktivitas membangunkan sahur yang dilakukan oleh korban.

SHUTTERSTOCK
Ilustrasi pengeroyokan 

Laporan wartawan Sripoku.com, Chairul Nisyah

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Kasus pengeroyokan pengurus masjid di wilayah Kelurahan Karang Anyar, Kecamatan Gandus, Palembang saat ini tengah ditangani oleh anggota Polsek Gandus.

Menurut keterangan Kapolsek Gandus, AKP Willian Harbensyah SIK, Jumat (22/5/2020) saat ini kasus tersebut dalam pengumpulan barang bukti dan pemeriksaan saksi-saksi, untuk mengarah pada tersangka.

Adapun dugaan penyebab terjadinya pengeroyokan lantaran pelaku merasa terganggu dengan aktivitas membangunkan sahur yang dilakukan oleh para remaja pengurus masjid.

Terungkap Korban Penyekapan di Perintis Kemerdekaan Ternyata DPO Narkoba Polsek IT II Palembang

Menurut pengakuan salah satu korban, para pelaku pengeroyokan yang saat ini wajahnya sudah tersebar luas di dunia maya tersebut sebenarnya sudah beberapa kali menegur atas aktivitas masjid yang dilakukan para korban.

Mereka merasa terganggu dengan kegiatan yang dilaksanakan di masjid, namun sebelum adanya kabar pengeroyokan, tidak pernah terjadi kontak fisik.

Menanggapi peristiwa ini, Saim Marhadan selaku Ketua MUI Kota Palembang mengatakan hal seperti ini tidak perlu terjadi.

Ia mengatakan bahwasanya, membangunkan sahur sudah menjadi tradisi. 

"Harusnya kita bersyukurlah ada yg membangunkan sahur," ujarnya, Jum'at (22/5/2020). 

Meski demikian, Saim juga mengatakan saat membangunkan sahur menggunakan pengeras suara di masjid, baiknya juga memperhatikan waktu.

 Pasien Covid-19 Asal Lahat Kembali Bertambah, Kini Total 8, 7 dari Kecamatan Lahat 1 dari Jarai

"Membangunkan sahur itu pada waktu yg tepat, kira-kira pada jam 3 pagi. Jangan di jam 1 atau jam 2 pagi," jelas Saim.

Hal tersebut dimaksudkan agar tidak mengganggu jam tidur warga yang lainnya. 

Ketua MUI Kota Palembang, Saim Marhadan mengimbau pada masyarakat, khusunya masyarkat Kota Palembang agar masyarakat jangan mudah mengambil tindakan. 

Baiknya jika merasa ternganggu, coba untuk dibicarakan secara baik-baik pada pihak terkait, agar tidak sampai terjadi hal yang seperti ini.

Editor: Refly Permana
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved